Satgas Penanganan Covid-19 Minta Pemda Karantina 5 Hari Warga yang Telanjur Mudik

Ilustrasi pemudik. ((ANTARA FOTO)

JAKARTA (Kontroversinews.com) – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta pemerintah dan satgas daerah mengkarantina warga yang terlanjur mudik ataupun datang dari luar kawasan, setidaknya selama lima hari.

Langkah itu menurut Wiku penting guna mengerem laju penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

“Saya meminta pemerintah daerah dan satgas di daerah, untuk melakukan karantina selama 5×24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerah. Sehingga dapat mencegah penularan dengan optimalisasi Posko di desa atau kelurahan,” tutur Wiku melalui keterangan keterangan pers di Graha BNPB, dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (12/5).

Wiku menegaskan setiap pihak harus mematuhi kebijakan pelarangan mudik lebaran dan memperingatkan sanksi bagi warga yang nekat mudik, yakni permintaan untuk kembali ke daerah asal perjalanan.

Apabila pemudik tetap nekat dan telanjur tiba di kampung halaman, maka Wiku meminta pemerintah daerah untuk menerapkan karantina terhadap pemudik tersebut.

Ia mengharapkan petugas pos komando (posko) di desa dan kelurahan mengoptimalkan peran dalam penanganan Covid-19 di tingkatan terkecil.

Lebih lanjut, Wiku menegaskan pembatasan berupa peniadaan mudik ditempuh demi meminimalkan risiko penularan virus corona yang diakibatkan oleh mobilitas orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Karena itu, lanjut dia, masyarakat pun tidak seharusnya melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah demi keselamatan publik. Selain itu juga mengingat, terdapat konsekuensi hukum dari pelanggaran aturan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *