Kab. Cirebon, Kontroversinews | Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI, yang beralamat di Jalan Pangeran Cakrabuana No. 102 Talun, Kabupaten Cirebon, tengah melaksanakan dua proyek dengan nilai anggaran besar.
Salah satu proyek tersebut adalah Pekerjaan Rekonstruksi Ruas Jalan Cilengkrang–Tonjong dan Tonjong–Leuwiasem senilai Rp 12.980.240.671, yang berlokasi di Kecamatan Pasaleman.
Satu proyek lainnya berada di Kecamatan Sumber, namun nilai kontraknya belum dapat dipastikan. Yang jelas, kedua proyek ini dikerjakan oleh PT Andatu Citra Lestari, perusahaan kontraktor yang beralamat di Jalan Simega No. 81 RT 003 RW 001, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Dari hasil pantauan wartawan di dua lokasi pekerjaan tersebut, tampak bahwa pengerjaan jalan berlangsung rapi dan bersih. Namun demikian, mutu pekerjaan belum dapat dipastikan. Saat wartawan berada di lokasi, tidak terlihat konsultan pengawas maupun pihak dinas. Bahkan direksi kit (bedeng) yang semestinya menjadi tempat berkumpul untuk membahas progres pekerjaan pun tidak ditemukan. Yang terlihat hanya alat berat serta para pekerja lapangan.
Bandi, yang disebut sebagai humas untuk kedua proyek PT Andatu Citra Lestari, juga tidak memberikan banyak keterangan saat dimintai konfirmasi. Ia hanya mengirimkan nomor Aceng, pelaksana proyek di Kecamatan Sumber. Ketika ditanya mengenai nama konsultan pengawas serta kontaknya, Bandi menjawab tidak mengetahui.
Setelah memperoleh nomor Aceng dari Bandi, wartawan mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp. Namun Aceng tidak memberikan jawaban, termasuk ketika ditanyakan mengenai keberadaan Dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK) serta nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Bandi hanya menginformasikan bahwa papan proyek di Kecamatan Sumber berada di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub).
Hingga berita ini ditayangkan, Aceng selaku pelaksana proyek belum merespons pertanyaan wartawan. Hal ini menimbulkan dugaan: mengapa pihak PT Andatu Citra Lestari, yang diketahui mengerjakan proyek secara bersih dan rapi, justru terkesan risih terhadap upaya konfirmasi dari wartawan? ***








