Penyergapan Terduga Teroris di Sibolga dan Lampung Upaya Dini Pencegahan Aksi Teror

- Pewarta

Rabu, 20 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sibolga | Kontroversinews.-Kejadian di Sibolga diawali dengan penangkapan Abu Hamzah di Sibolga, Sumut, yang merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris R di Lampung pada Sabtu 8/3/19. Abu Hamzah ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada pukul 14.23 WIB.

Petugas kemudian melakukan penggrebekan di rumah Abu Hamzah.
Pada saat petugas hendak menggerebek ke dalam rumah Abu Hamsah, bom meledak. Seorang polisi dan warga terluka akibat kejadian di Gang Sekuntum, Sibolga, Sumut, ini.

Diketahui bahwa istri dan kemungkinan juga tiga anak Abu Hamsah bertahan di dalam rumah tersebut dan diperkirakan ada bahan peledak.
Pada pukul 02.00 dini hari ini 13/3/19 diketahui terdengar dua kali ledakan dari dalam rumah tersebut.

Abu Hamsah diidentifikasi berasal dari kelompok JAD yang berafiliasi dengan ISIS. Pengikut kelompok JAD ini tercatat pernah melakukan aksi bom bunuh diri seperti kasus bom tiga gereja di Surabaya.

Salah satu karakteristik aksi teroris dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS adalah tega melibatkan atau mengorbankan perempuan dan anak-anak dalam aksinya, meskipun itu keluarga dari pelaku.

Saat ini diketahui mulai ada perubahan strategi kelompok radikal yang sebelumnya bergerak dalam kelompok, sekarang beradaptasi menjadi unit yang lebih kecil termasuk tingkat keluarga.
Hal ini adalah strategi untui menghindari pelacakan dari aparat. Selain itu gerakan yang diduga cukup kuat adalah radikalisasi melalui media internet untuk menghasilkan pelaku teror tunggal atau lone wolf, yang gerakannya sulit terdeteksi.

Aksi yang dilakukan oleh keluarga atau pelaku tunggal diperkirakan akan terus menjadi bentuk aksi teror ke depan.

ISIS memang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya. Selain sangat kejam, ISIS juga menganggap pihak diluar kelompoknya dapat diperangi.

Kelompok radikal di Indonesia yang sudah menyatakan diri mendukung ISIS seperti MIT di Poso dan JAD, dari berbagai fakta yang ditemukan, keberadaanya menyebar di beberapa daerah di Indonesia.(ps)

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru