Pengrajin Gula Semut di Desa Tenjolaya Butuh Perhatian Pemerintah

oleh -1 views
Pengrajin gula semut Dayat saat mengolah bahan baku menjadi gula semut, di Bumi Ciwidey Indah (BCI), Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu Kab. Bandung .

PASIRJAMBU  | Kontroversinews – Hanya dengan memproduksi cuko empek-empek dan gula semut, seorang warga asal Cianjur Selatan, mampu memberdayakan ibu-ibu di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu Kab. Bandung , sehingga bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Meskipun demikian, modal dan pemasaran menjadi kendala dalam proses produksi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung diharapkan bisa membantu menyelesaikan dua kendala tersebut.

Salah seorang pembuat cuko empek-empek dan gula semut, Dayat mengaku, sudah menjadi pengrajin cuko empek-empek dan gula semut sejak tahun 2014. Cuko empek-empek dan gula semut ini, selain dipasarkan di wilayah Bandung, juga dipasarkan ke Bogor hingga ke wilayah Jambi.

Wadir Binmas Polda Jabar, AKBP Muhammad Rois , didamping Kepala Desa Tenjolaya Is Somantri, nampak pada gambar sedang mencicipi gula semut , hasil olahan pengrajin di Bumi Ciwidey Indah (BCI), Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu Kab. Bandung , Sabtu ( 4/7 ).

“Dalam melaksanakan proses produksi, saya dibantu oleh 20 orang warga sekitar,” ujar Dayat, yang didampingi Istri Ny. Ela saat wawancara di Bumi Ciwidey Indah (BCI), Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Senin (6/7).

Kata Dayat, hal yang menjadi kendala dalam menjalankan usaha pembuatan gula semut dan cuko empek-empek adalah modal. Oleh karena itu, dirinya meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal modal atau minimal dibantu dalam hal pemasarannya. Sehingga, produksi bisa terus berjalan dan para pekerja bisa mendapatkan penghasilan . Untuk pengajuan kemasan atau label masih di usahakan ke Disperindag Kab. Bandung , hanya saja masih terkendala karena adanya Covid 19 , jd harus menunggu .

Pengrajin gula semut Dayat dan istri saat memperlihatkan hasil produksinya diantaranya gula semut dan cuko empek-empek di Bumi Ciwidey Indah (BCI), Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu Kab. Bandung .

“Karena ada Pandemi Covid 19, jadi pengajuan permohonan label kemasan ke Dinas Perindustrian dan perdagangan ( Disperindag )Kabupaten Bandung jadi terganggu. Kami berharap ada bantuan modal atau pemasarannnya. Apalagi, pekerja disini kebanyakan ibu-ibu,” tutur Dayat.

Gula semut yang diproduksi, kata Dayat, baik untuk dikonsumsi bagi masyarakat yang memiliki diabetes. Jadi rendah kandungan gulanya. Untuk bahan produksinya sendiri, Dayat memperolehnya dari wilayah Cianjur Selatan.

“Perhari bisa menghasilkan 1,5 ton gula semut,” pungkas Dayat. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *