Pendidikan Kesetaraan Mulai Terapkan Sistem Daring

- Pewarta

Senin, 25 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BANDUNG | Kontroversinews – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung mulai menerapkan pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring) untuk pendidikan kesetaraan. Ini dilakukan sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan menggunakan aplikasi yang bisa dioperasikan melalui gawai.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat ( Dikmas) Disdik Kab. Bandung Hj. M. Sri Laksmi SPd, MPd

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat ( Dikmas) Disdik Kab. Bandung Hj. M. Sri Laksmi SPd, MPd, mengatakan, sistem daring dengan menggunakan aplikasi diharapkan dapat mempermudah kegiatan belajar mengajar (KBM). Terlebih lagi, untuk siswa Pendidikan Kesetaraan memang tidak ada batasan usia maupun waktu.
Dari 100 persen KBM masih dibagi menjadi 3 model pembelajaran, 20 persen siswa harus bertemu dengan tutor, 30 persen secara teori atau tutorial, dan 50 persen secara mandiri.

“Untuk memaksimalkan yang 50 persen ini, dapat diakses menggunakan aplikasi. Jadi, lebih mempermudah siswa untuk memahami materi pelajaran,” jelas Hj. Sri saat di temui di ruang kerjanya , Senin (25/11/2019).

Pasalnya, dalam satu minggu proses KBM, siswa minimal bertemu langsung dengan tutor sebanyak 2 kali (hari). Untuk proses KBM juga tidak hrus dilaksanakan pada pagi hari, khusus untuk Pendidikan Kesetaraan bisa dilakukan sore bahkan malam hari. Jadi, tutor dan siswa menyesuaikan jadwal masing-masing.

Meskipun materi bisa diakses melalui aplikasi dengan sistem daring, siswa juga mengikuti proses KBM di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) atau sanggar kegiatan belajar (SKB). Di Kab. Bandung ada 75 PKBM yang tersebar di 31 Kecamatan se-Kab. Bandung.
Masih kata Hj. Sri untuk kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan kesataraan terus meningkatkan. “Ini dapat dilihat dari peserta ujian tahun ajaran 2018/2019 lalu, jumlah peserta selalu meningkat,” pungkasnya . (Lily Setiadarma )

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru