Pemkab Bandung Salurkan 96.736 Paket Sembako

KAB. BANDUNG
Kontroversinews.com – Dalam rangka percepatan pengendalian inflasi daerah, Pemkab Bandung melalui sejumlah perangkat daerah menyalurkan sebanyak 96.736 paket sembako untuk masyarakat Kabupaten Bandung.
Adapun Untuk pengadaan puluhan ribu paket sembako tersebut berasal dari bonus dana insentif daerah (DID) pusat yang diberikan kepada Pemkab Bandung atas penilaian kinerja sangat baik.

Bupati Bandung H M Dadang Supriatna mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaunching dan membagikan secara serentak puluhan ribu paket sembako yang berasal dari sejumlah dinas atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Uang untuk pengadaan paket sembako ini berasal dari bonus atau tambahan DID yang kedua sebesar Rp 11,4 miliar. Yang pertama kita mendapatkan bonus kinerja melalui program DID sebesar Rp 8,9 miliar dan digabung dengan BTT (belanja tidak terduga), sehingga total untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Bandung sebesar Rp 43 miliar,” kata Bupati Dadang Supriatna kegiatan di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (15/12/22).

Bupati Bandung mengatakan untuk bonus kedua baru saja dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk sembako sebanyak 96.736 paket serta bantuan modal usaha kepada P2K (peningkatan pendapatan keluarga) serta bantuan lainnya.
“Ini semua diberikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan berkah, dan mudah-mudahan inflasi Kabupaten Bandung bisa terjaga dan tetap stabil,” tutur Bupati Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna dengan dengan program-program yang nyata dan berpihak kepada masyarakat, seperti modal pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan ekonomi serta menurunkan angka inflasi di Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Bupati Bandung mengatakan, untuk mengendalikan sekaligus menangani inflasi di Kabupaten Bandung, di antaranya melalui keberpihakan kepada para petani. “mulai Januari 2023 untuk lahan sawah abadi, akan saya bebaskan tidak membayar PBB,” kata Dadang Supriatna.
Sementara petani lainnya, kata Bupati Bandung, akan diberikan subsidi pada tahun 2023 sebesar Rp 25 miliar untuk 50.000 petani di Kabupaten Bandung. Hal tersebut dilakukan dalam rangka ketahanan pangan, dan menjaga inflasi.

Di Kabupaten Bandung secara keseluruhan, Dadang Supriatna mengungkapkan, ketersediaan pangan terutama padi mengalami surplus, kecuali telur. “kedepan, saya akan melakukan inovasi agar masyarakat bisa melakukan usaha telur,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mengoptimalkan program pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa jaminan, pihaknya pada bulan Januari 2023 akan turun ke desa-desa. “Saya ingin langsung bertemu dengan warga masyarakat, saya akan mengajak dan memberikan pemahaman serta edukasi kepada masyarakat melalui program yang tentunya bisa menumbuhkembangkan dan membuka peluang baru membentuk usaha-usaha baru,” tuturnya.
“Kalau di Kabupaten Bandung punya 2 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung, yang bergerak di bidang enterpreneur, insya Allah ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung akan tetap stabil,” imbuhnya.

Kemudian langkah selanjutkan, kata Bupati Bandung, bagaimana membangkitkan para pelaku UMKM melalui pemasaran digital. Sehingga, mereka bisa terus melakukan kegiatan usahanya dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung turut menjelaskan bahwa puluhan ribu paket sembako yang dibagikan di antaranya disalurkan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebanyak 15.000 paket untuk para seniman, pelaku ekonomi kreatif dan lain sebagainya.
Kemudian, Bupati menjelaskan melalui Dinas Ketenagakerjaan dibagikan sebanyak 21.000 paket yang sudah diberikan kepada para buruh se-Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. “Sekarang ditambah lagi 10.000 paket”, tegasnya

Selanjutnya Bupati menerangkan melalui Dinas Pendidikan dibagikan 15.800 paket untuk para guru ngaji. Melalui Bidang Kesra sebanyak 5.000 paket yang diberikan kepada takmir dan marbot atau pengurus masjid.
“Sebanyak 18.400 paket digulirkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, untuk masyarakat rentan dan penanganan/pencegahan stunting. Sedangkan Dinas Pertanian sebanyak 620 paket. Dinas Sosial 10.000 paket dan bantuan lainnya” Pungkasnya.

Lily Setiadarma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *