Empat Milenial Ini Terjun ke Bisnis Rempah-rempah, Potensinya Menggiurkan, Mau Ikut?

Empat Milenial Pengekspor Rempah-rempah Inisiator PT Pesona Mas Indoperkasa, Dafi Firdaus, Mukhamad Yusuf Anggit Wicaksono, Moh Fachrul Rozzi, dan Steven Teo Paulus.

BANDUNG
Kontroversinews.com – Indonesia merupakan surga rempah-rempah. Potensi ini menarik minat empat anak muda alias milenial untuk terjun dalam bisnis tersebut.

Mereka adalah Mukhamad Yusuf Anggit Wicaksono, Moh Fachrul Rozzi, Steven Teo Paulus, dan Daffi Firdaus yang terjun ke dalam bisnis rempah-rempah sampai mengeskpornya ke luar negeri.

Memulai secara mandiri dengan menggunakan perusahaan rekannya di 2019, kini mereka berempat sudah memiliki perusahaan sendiri yang bernama PT Pesona Mas Indoperkasa.

Bukan itu saja, kerja keras mereka sendiri sudah membuahkan hasil lantaran mampu melakukan ekspor sampai 100 ton untuk satu komoditi, salah satunya adalah biji pala yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Petani Asli NTT yang Berada Dalam Naungan PT Pesona Mas Indoperkasa Tengah Menyortir Rempah-rempah Terbaik Untuk Diekspor.

Mukhamad Yusuf Anggit Wicaksono selaku Direktur Utama PT Pesona Mas Indoperkasa menuturkan, potensi bisnis ini dinilai cukup menjanjikan lantaran Indonesia merupakan empat besar pengekspor rempah-rempah dan herbal dengan nilai USD 500 juta per tahun.

“Bisnis ini cukup menjanjikan. Apalagi kami menghasilkan rempah-rempah yang untuk diekspor dari bumi NTT dan diproduksi oleh tangan petani-petani terbaik di daerah tersebut. Sehingga dapat dipastikan kualitas dari rempah-rempah yang dihasilkan berkualitas tinggi.” tutur Yusuf, sapaan akrabnya.

“Dengan mitra dan petani lokal, kami berkomitmen dalam menyediakan produk dengan kualitas terbaik. Kami juga ingin membantu petani dan pemasok lokal untuk memasarkan produknya ke pasar internasional,” kata Yusuf.

Setiap bulannya dapat melakukan ekspor sampai 100 ton di satu komoditi, salah satunya adalah biji pala dengan negara tujuan Mesir dan China.

“Bukan saja biji pala, kami juga mengekspor kapulaga ke China dan kopi ke Mesir. Kami juga mengirimkan cengkeh ke China dan India,” kata Yusuf.

Perusahaan ini sudah memiliki dua gudang. Satu di daerah Tanggerang dan satu lainnya di Nusa Tenggara Timur sebagai tempat dari produksi biji pala.

“Kami juga berencana membangun gudang sekaligus tempat pemecahan dan pengolahan biji pala di Surabaya,” katanya.

Sementara Moh Fachrul Rozzi selaku Komisaris Utama PT Pesona Mas Indoperkasa menerangkan, pihaknya membudayakan kerja yang integritas, tanggung jawab, jujur, disiplin, inovatif, berkarakter, dan ramah dengan prinsip 5R (ringkas, rapih, risik, rawat, dan rajin).

“Kami juga menggunakan sistem logistik dan administrasi yang terbaik saat ini. Sehingga barang masuk, keluar, hingga sampai ke negara tujuan maupun pembayarannya bisa dideteksi secara online dari smartphone,” katanya.

Dengan kecanggihan ini, mereka pun mengajak masyarakat yang tertarik dalam dunia bisnis rempah-rempah dapat berpartisipasi melakukan investasi di PT Pesona Mas Indoperkasa.

“Jadi bagi masyarakat yang ingin investasi dalam bisnis ini bisa melihat laporannya langsung Terbuka dan transparan adalah prinsip kami,” katanya.

PT Pesona Mas Indoperkasa membuka peluang bagi semua kalangan dari manapun untuk investasi dalam bisnis ini dengan sistem crowdfunding atau sistem pendanaan lewat masyarakat luas.

“Sistemnya kita akan buat LOT (metode investasi dengan cara pengumpulan dana kolektif alias patungan) dari total yang dibutuhkan. Sehingga semua golongan bisa ikut menanamkan modal mulai dari nilai kecil hingga besar. Detailnya akan kita terangkan saat menghubungi pihak kami baik lewat WhatsApp dan email,” terang Ozi.

Bilamana masyarakat berminat untuk melakukan investasi, Ozi mengatakan pihaknya menerima dengan tangan terbuka. Bagi yang ingin investasi dapat langsung mengunjungi website www.spicesindoworld.com atau berkirim email ke pesonamasindoperkasa@gmail.com.

“Jika ingin konsultasi dan bertanya-tanya soal investasi ini dapat berkomunikasi langsung dengan kami via WhatsApp di 081399931516,” tandasnya.

Lily Setiadarma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *