Pemerintah Samosir Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Tanggulangi VIRUS ASF dan HOG CHOLERA .

- Pewarta

Senin, 25 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir | Kontroversinews.-Pemkab Samosir melakukan kordinasi penanggulangan penyebaran virus ASF dan Hog Cholera yang sedang terjadi di beberapa kecamatan Samosir, bertempat di Aula Dinas Pertanian kab. Samosir hari Selasa, 19/11/2019.

H. Napitupulu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, memaparkan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menghentikan penyebaran virus ASF dan Hog Cholera serta penanggulangan bangkai-bangkai babi yang dibuang peternak di sungai, danau, dan tempat pembuangan sampah.

Kadis Pertanian Samosir, Victor Sitinjak telah menyusun kerangka kerja praktis yang dikerjakan oleh tim URC di setiap posko-posko yang ada di kecamatan. Tim URC yang dibentuk terdiri dari unsur TNI/Polri, SKPD, dan para camat se-Kabupaten Samosir. “Kordinasi lintas sektoral secara terpadu diperlukan untuk berhasilnya penanggulangan penyebaran virus ASF dan Hog Cholera ini,” ungkap Viktor Sitinjak.

Selanjutnya Rabu 20/11/2019, Tim Posko Pangururan dipimpin Camat Pangururan akan melaksanakan pengawasan ternak babi dari luar Samosir yang masuk ke Onan Pangururan.

Harapannya, kegiatan ini mendapatkan data lapangan secara nyata dan mengantisipasi hal-hal teknis di lapangan.

Asisten II, Saul Situmorang, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir serius dalam menanggulangi penyebaran virus ASF dan Hog Cholera melalui kordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan lobang penguburan bangkai ternak babi pada titik yang ditentukan.

Dinas Lingkungan Hidup menyisir tempat-tempat bangkai babi serta mengangkutnya ke tempat penanaman bangkai.

Dinas Pertanian mengkordinasikan pencegahan penyebaran dan dukungan Satpol PP serta TNI/Polri membantu tim URC bergerak cepat mengawasi pintu-pintu masuk perdagangan ternak babi ke Samosir.

Kecamatan yang sudah terkena wabah ini yaitu Pangururan, Simanindo, Harian, Palipi, dan Sianjurmulamula.

Victor Sitinjak memaparkan bahwa mulai Senin 18/11/2019 data ternak babi yang mati akibat virus ASF dan Hog Cholera mencapai ±178 ekor. Dia mengharapkan, dengan tim URC yang dibentuk, penyebaran ini tidak terjadi di kecamatan-kecamatan yang belum terkena wabah dengan mengawasi perdagangan ternak babi yang datang dari luar Samosir.

Dinas Pertanian Kabupaten Samosir juga telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pencegahan Penyakit yang Menyerang Ternak Babi untuk dipedomani oleh seluruh masyarakat yang akan disampaikan oleh para camat melalui kepala desa di setiap kecamatan.

Kadis Pertanian juga menyampaikan arahan Bupati Samosir untuk membuka Grup WA agar tanggap wabah virus ASF dan Hog Cholera dan informasi cepat diperoleh dari masyarakat serta menyegerakan tindakan cepat untuk mengatasi masalah di lapangan.(ps)

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru