Kab Bandung | Kontroversinews.-Program Pamsimas yang sudah berjalan dari tahun 2014 hingga sekarang mulai program pusat ,Bandung Sehat di Disperkimtan memiliki program Pansimas selain yang rutin atau reguler di Dinas ,” kata Ir.Taufik , Kabid Infrastruktur Permukiman Disperkimtan Kab Bandung
Taufik menambahkan ,kemaren sempat isu berakhir tahun ini ,makanya kita dorong melalui TAPD dengan sharring hasilnya 10 Desa dari APBD dan 40 desa dari APBN ,kebijakan RPJMD universal akses 100 0 100 aksesnya 100% untuk air minum ,cuman kenyataannya hanya 78 % untuk Kab Bandung jadi tidak tercapai .
Untuk mencapai ini berbagai program salah satunya Pansimas ,kita mengajukan 50 desa dari kabupaten bisa diusulkan 10 desa untuk mendampingi yang 40 ,kalau 2019 tidak mungkin ,akhirnya kebijakan dari pemerintah pusat dengan sistenable development gold hingga 2030 .
Jadi kita masih ada waktu menyelesaikan sisanya yang 22% dan kita berharap program ini terus bergulir secara kontinu baik sanitasi maupun air minum .
Sedangkan untuk narasumber yaitu dari Distrik konsultan dari provinsi ,Kasi Intel dan Kasubsi Pinsus ,kami berharap berhati – hati dalam pelaksanaan dan ada pemahaman hukum dari Satlak karena banyak ada 50 desa termasuk dalam pem SPJ an sehingga jangan keluar spek .
“Pada intinya kita sudah bangun tidak mangkrak ,sedangkan untuk penanganan kekeringan kita bekerja sama dengan BPBD dalam mensuplai air dengan menggunakan tangki air,”ungkapnya (Mindra)








