Meski Harus Tempuh Perjalanan Puluhan KM, Korwil Disdik Pasirjambu Apresiasi Semangat Siswa Peserta ANBK

Sejumlah siswa asal SDN Patuha , penuh semangat dalam mengejakan soal-soal saat mengikuti ANBK di SMPN 2 Pasirjambu Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu. Photo - Lee

 

KAB. BANDUNG Kontroversinews.com – Korwil Disdik Pasirjambu Dodi Rodiana S.Pd, M.MPd. mengaku terharu sekaligus mengapresiasi semangat para murid SD yang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Menurut Dodi, sejumlah murid SD dari Korwil Disdik Pasirjambu, Kabupaten Bandung harus menempuh jarak 30 km ke lokasi pelaksanaan Asismen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Selain menempuh jarak jauh, juga siswa juga harus turun naik bukit dengan waktu tempuh hampir 2,5 jam menggunakan kendaraan elf pinjaman.

Sejumlah siswa SD peserta ANBK terpaksa harus menginap di lokasi kegiatan karena tak ada kendaraan yang bisa membawanya antar jemput.

“Ini yang harus  menjadi perhatian pemerintah, bukan hanya pelaksanaan ANBK-nya saja, ” kata Dodi  di kantornya, Rabu (24/11/21).

Dodi menjelaskan pelaksanaan ANBK di Pasirjambu sudah dua minggu berjalan dibagi ke 7 titik.  Ada 44 SD yang ada di Pasirjambu  ANBK-nya menumpang ke SMP-SMP yang terdekat seperti di SMPN Pasirjambu 1, SMPN Pasirjambu 2, di PIP, di Muara Madani, di SMP Karya Pembangunan, dan di SMPN 1 Ciwidey, serta di SMP Al-Wafa.

Sedangkan para siswa SD yang harus menempuh jarak jauh  itu dari 6 SD. “Kita mempunyai 6 SD di daerah perkebunan. Yaitu SDN Dewata,  SDN Sugihmukti, SDN Keneng,  SD Rancabolang,  SDN Sukamanah, dan 6 SD Patuha,” terang Dodi.

Dari lokasi SD-SD tersebut, tambah Dodi, selain terpencil di daerah perkebunan, juga berbukit-bukit. Ini yang membuatnya sangat mengapresiasi semangat mereka.
“Dari kantor korwil jaraknya ada yang 30 km dan ditempuh 2,5 jam daerah perkebunan. Dari daerah Keneng ke sana, ke Pondok lima. Dari Pondok Lima  ke kiri ke SD Dewata, ke kanan SD Sugihmuikti. Daerah terpencil  perbatasan Kabupaten Bandung Garut Selatan,” kata Dodi.

Dodi menggambarkan suka-duka para siswa yang menumpang truk, kemudain ada kendala karena per roda truk yang ditumpangi para siswa patah. “Ini harus jadi perhatian pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepsek SMPN 2 Pasirjambu Erlin Darlina S.Pd., M.M.Pd   menawarkan tempat  untuk menginap siswa SD peserta ANBK di SMPN 2 Pasirjambu. Karena ada SD yang jauh sampai 2,5 jam menempuh perjalanan.
“Kami menyediakan ruangan untuk menginap. Ada tiga  sekolah yang menginap yakni SD Dewata, Patuha dan Rancabolang.  Yang lain  juga ada, tapi mungkin punya saudara sehingga menginap di saudara,” kata  Erlin.

Ia menyebutkan,  ada  8 SD yang ikut ANBK, di SMPN 2 Pasirjambu. “Sudah diataur dari Kementrian, bahkan jadwalnya pun sudah diatur. Dibagi 2 gelombang. Gelombang pertama  dari minggu kemarin tanggal 15, 16,17,18 November 2021. Kemudian gelombang dua dari mulai  tanggal  22,23,24,25 November 2021,” beber Erlin.

Teknik pelaksanan ANBK, jelas Erlin lagi, terpisah setiap sekolahnya satu sesi. Seluruhnya ada 160 peserta, ada sekolah seperti Ciranjang 1 dan 2 jumlahnya sesuai kuota  30 bahkan ada cadangan. Kemudian ada juga sekolah yang kurang dari 30 orang.

Sedangkan Kepsek SDN Patuha Tatang Kurtubi S.Pd, mengaku, untuk mengikuti ANBK dari 181 jumlah siswa SDN Patuha, ada 25 siswa kelas 5 yang ikut ANBK kepentingan ini pihak sekolah mengajukan pinjaman mobil ke sebuah perusahaan.
Karena jarak dari SDN Patuha ke SMPN 2 Pasirjambu 30 km, dan itu tidak bisa antar jemput angkutan umum hanya ada 1 elf dalam satu hari. itu tidak bisa antar jemput. Karena itu siswanya, kata dia, terpaksa menginap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *