Mamu: Tahun ini 12 SD Dapat Bantuan Rehabilitasi Bangunan

oleh -272 Dilihat
oleh
Kepala UPT TK/SD dan Non Formal Ciwidey Mamu Mulyana SPd
Kepala UPT TK/SD dan Non Formal Ciwidey Mamu Mulyana SPd

Kab. Bandung | Kontroversinews.- Sejumlah bangunan sekolah dasar (SD) di Lingkungan UPT TK/SD dan non formal di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dilakukan rehabilitasi.

Infrastruktur sekolah yang dilakukan rehabilitasi meliputi perbaikan ruang kelas, pemagaran, toilet, ruang guru dan infrastruktur penunjang lainnya.

Kepala UPT TK/SD dan Non Formal Ciwidey Mamu Mulyana SPd,   mengatakan, untuk tahun 2018 ini sekolah yang mendapat bantuan rehabilitasi sebanyak 12 SD. Dari 12 SD, enam di antaranya mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas.

“SDN 1 Ciwidey dua ruang kelas, SDN Ciwidey kota dua ruang kelas, SDN Batu Kasur tiga ruangan kelas, SDN Lebakmuncang 2 dua ruang kelas, SDN Rahayu tiga ruang kelas dan SDN Bojonggadog 3 tiga ruang kelas,” kata Mamu saat ditemui di kantornya, Selasa (14/8/2018).

Sementara itu untuk SD yang mendapatkan bantuan pembangunan toilet untuk kebutuhan sanitasi sekolah, di antaranya SDN Lebakmuncang 2 dan SDN Bojong jambu.

“Kami berharap bagi sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas dan bantuan infrastruktur lainnya yang menggunakan anggaran negara dapat dikerjakan sesuai dengan aturan Juklak dan Juknis,” harapanya.

“Jangan sampai, pembangunan tersebut keluar dari aturan,” tegasnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Ciwidey Suwardi S.Pd yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dua ruang kelas RKB Suntik mengatakan dana untuk pembangunan berasal dari DAK TA 2018 sebesar Rp 414 juta.

“Pembangunan ini dikerjakan secara swakelola yang dilaksanakan selama 90 hari,” katanya saat dijumpai di ruang kerjanya.

Dua bangunan kelas yang ada di SDN 1 Ciwidey akan dilakukan rehabilitasi berat, pasalnya bangunan tersebut usianya sudah lebih dari 10 tahun dan pembangunan dilaksanakan secara Didak atau ruang kelas menjadi dua lantai karena keterbatasan lahan. “Untuk pelaksanaan rehab ini dilaksanakan secara RKB Suntik,” ujarnya.

SDN 1 Ciwidey miliki 11 rombel dengan jumlah siswa 400 lebih. Hal tersebut tidak sebanding dengan ruang kelas yang ada di sekolah tersebut yang hanya memiliki enam ruang kelas.

“Masih kurang lima ruang kelas. Sehingga pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan dua sif,. Kami berharap kedepannya sekolah  mendapatkan batuan tahun depan mengingat sekolah ini sebagai SD center yang berdekatan dengan kantor dinas dan berada di jalur wisata. Juga sebagai percontohan kurtils” katanya.

“Karena dilakukan rehab, untuk  KBM tetap berjalan dilaksanakan empat sif, dikarenakan ruang kelasnya hanya tersisa tiga. Kelas 1 dari Pukul 07.00-09.00 WIB, Kelas 2 09.00-11.00 WIB, kelas 3 Pukul 11.00-15.00 WIB, sementara Kelas 4 dan 5 dari Pukul 13.00.-17.00 WIB. Sedangkan untuk kelas 6 dari Pukul 07.00-11.00 WIB,” pungkasnya.( Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *