Lucu, Vaksin Selalu Dikaitkan Dengan Babi Padahal Masih Banyak Hewan yang Lain

oleh -0 views
Ilustrasi Vaksin

JAKARTA (Kontroversinews.com) – Vaksin COVID-19, AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bioscience di Kota Andong, Korea Selatan, dipersoalkan. Sebab vaksin tersebut mengandung tripsin yang berasal dari babi. Meski demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan, vaksin AstraZeneca boleh digunakan karena negara dalam keadaan darurat.

Lantas kenapa hal-hal yang berkaitan dengan obat-obatan atau vaksin, selalu mengandung unsur babi? Ustad Ibnu Kharish atau yang akrab dikenal Ustad Ahong mengatakan, sebab enzim dari babi yang paling optimal dibanding enzim hewan lainnya. Makanya, babi selalu unsur babi selalu digunakan dalam hal obat-obatan.

“Waktu istri saya kuliah farmasi, dosennya menjelaskan bahwa enzim dari hewan selain babi itu pernah diuji coba, namun hasilnya tidak seoptimal dari enzim tripsin babi. Maka dari itu, tripsin babi banyak digunakan dalam industri kesehatan, seperti produksi vaksin. Bahkan menurut dosennya, bulu babi juga biasa digunakan untuk sikat gigi, karena bulunya sangat halus. Tripsin babi biasanya diambil dari pangkreas atau ususnya,” jelas Ustad Ahong lewat keterangan tertulisnya, Rabu (24/3).

Ustad Ahong menjelaskan proses unsur babi dipakai untuk vaksin. Dia menjelaskan bahwa tim mengambil sample virus dari manusia yang sudah positif corona. Manusia itu sebagai inang. Kalau virus sudah terpisah dari inangnya, ia tak akan bisa bertahan lama. Maka dari itu, dilakukanlah pembiakan kembali.

Dia melanjutkan, pembiakan itu biasanya pakai media pertumbuhan, seperti darah, plasma, dll. Untuk mempersingkat pembiakan virus di luar inang, itu harus pakai katalisator. Salah satu katalisator itu ya enzim tripsin babi. Setelah itu dalam waktu kurang dari 5 menit tripsin harus dibersihkan dari inangnya, melansir dari FajarIndonesiaNetwork.

“Ini agar inang ini tidak mati. Selanjutnya inang yang sudah terpisah dari Tripsin tadi diisi kode getik atau resep membuat virus. Di dalam inang tersebut tumbuh virus. Jumlahnya juga sedikit cuma 10 mili liter atau beberapa tetes dari air gelas mineral yg berisi 240 mili liter,” paparnya. ***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *