Kuningan, Kontroversinews | Ramainya gelombang aksi protes adanya kerusakan alam Gunung Ciremai baik hutan,air dan lain-lainya dari elemen masyarakat Kuningan itu sebagai bentuk kepedulian masyarakat Kuningan dengan alam Gunung Ciremai.
Salah satu mantan konsultan Kehutanan tahun 1999 dan juga aktivis pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat(PHBM).Bung Hamid.SH.,MH angkat bicara.
Rabu.7/1/2026.Di salah satu Cafe & Resto menuturkan.Kondisi Geografis Gunung Ciremai adalah Gunung tertinggi di jawabarat,memiliki lereng curam,aliran sungai deras serta kawasan hutan yang menjadi Hulu DAS(Daerah Aliran Sungai),yang mana sungai-sungai dari Gunung Cireemai mengalir ke hilir Ke wilayah Kuningan,Majalengka bahkan Indramayu.
Dengan terjadinya Gradasi Hutan yakni penebangan liar yang berakibat Desforestasi Hutan,Konversi Lahan, dan Pembukaan Wisata tanpa Koonservasi meningkatkan resiko longsor dan banjir bandang.
Ini semua karna Tipografi terjal,Air Hujan cepat mengalir, tanah terkikis membawa material besar (Lumpur,Batu,kayu),Sedimentasi sungai,dan jika sungai tersumbat bisa terjadi luapan mendadak.

Apabila ini terjadi dampak akan Ke Kuningan dan Majalengka,bagian barat dan utara Kuningan akan merasakaan dampaknya terutama Desa yang berada di lereng dan bantaran sungai kaki Gunung Ciremai,dan Majalengka Selatan juga akan berdampak yakni aliran sungai yang menerima aliran sungai dari Gunung Ciremai.
Kerusakan di Gunung Ciremai itu Potensi Bannjir bandang di kawasan Ciremai nyata,oleh sebab itu kuncinya adalah menjaga tutupan hutan,sistem peringatan dini dan pengelolaan DAS.
Pemerintah Kuningan dan Majalengka perlu memantau hujan ekstrem dan perubahan tata guna lahan di hulu Ciremai,jangan sampai banjir bandang Sumatra,Aceh dan Guci terjadi di Kuningan dan Majalengka.
Karna jelas Curah Hujan Ekstrem dan hujan deras di puncak/hulu bisa memicu aliran deras ke hilir mengakibatkan banjir bandang.
Alam Gunung Ciremai murka itu akibat ulah tangan-tangan keserakahan manusia yang serakah dengan dunia,namun semua yang ada hidup di kawasan Gunung Ciremai yang akan merasakannya.”pungkasnya”
Uus(boy)








