Kab. Cirebon|kontroversinews,-Bermula saat narasumber yang juga mantan pegawai bulog sub divre cirebon bersama adiknya tengah berkunjung kerumah salahsatu temannya yang berada didesa danamulya kecamatan plumbon kabupaten cirebon baru2 ini,dirinya mendapati laporan dari temannya bahwa ada seorang kuli gudang beras bulog yang meninggal lebih kurang 5 bulan yang lalu.kuli ini meninggal diduga karena tidak mampu menahan hawa racun hama didalam gudang beras yang saat itu kuli tersebut ditugaskan untuk membantu pihak rekanan atas perintah kepala gudang dalam melakukan pengawetan beras dengan cara fumigasi,yang belakangan diketahui juga bahwa fumigasi adalah cara menghindarkan beras dan gabah dari hama.
Namun dari pantauan wartawan media ini dilapangan selama 2 hari berturut-turut,ternyata kematian kuli yang belakangan diketahui bernama misdi ini murni dikarenakan kelelahan saja.hal ini diketahui setelah pihak rekanan membawa kuli tersebut kerumah sakit,namun baru beberapa jam mendapatkan perawatan.kuli misdi tidak kuat dan menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit tersebut,hal ini diamini juga oleh pihak keluarga.
Dan kejadian yang menimpa almarhum kuli bernama misdi ini,sudah diselesaikan baik-baik dengan cara kekeluargaan.”sudah selesai mas,kami dari pihak rekanan sudah semaksimal mungkin menuruti semua permohonan keluarga almarhum kuli misdi.dari uang santunan,uang duka,dan lain-lain.diterima langsung oleh bapaknya dan istrinya,bahkan kami sudah sepakat untuk memutuskan bahwa kedepan tidak ada masalah lainnya.hal ini kami tuang dalam sebuah surat perjanjian yang,juga disaksikan oleh pihak desa.alhamdulillah semuanya sudah clear,ditandatangani oleh pihak keluarga dan kami sebagai rekanan yang disaksikan oleh pihak desa.
Almarhum kuli misdi ini adalah warga desa danamulya kecamatan plumbon kabupaten cirebon,pihak keluargapun sudah mengaku pasrah.”mau gimana lagi mas,ini mungkin sudah jadi musibah yang harus kami hadapi dengan tabah” tutur pihak keluarga yang enggan namanya disebutkan dimedia ini.setelah berhasil menelusuri kejadian dan fakta sebenarnya,wartawan media ini kembali meminta komentar narasumber yang bernama warnadi yang dari keterangannya seperti mempunyai rasa benci terhadap institusi yang pernah membesarkannya yakni bulog.
Warnadi selaku narasumber sudah tidak bisa dipercaya lagi,ketika disinggung mengenai besaran uang duka saja.warnadi berbicara,keluarga hanya menerima 6’5 juta,sedangkan pihak keluarga bicara lebih dari 30 juta uang duka yang didapat.hal ini menimbulkan kecurigaan wartawan media ini,selidik punya selidik ternyata warnadi ini masih menyimpan luka lama saat dirinya berdinas dibulog sub divre cirebon dan dipecat karena dianggap bermasalah.jadi apapun yang dianggap tidak benar persoalan dibulog,akan langsung disantapnya mentah-mentah.tanpa melakukan penelusuran terlebih dahulu,ini terbukti pada permasalahan ini saja.keterangan warnadi dan penelusuran wartawan media ini sangat jauh berbeda,satu lagi contoh keterangan warnadi yang tidak benar.bahwa menurut warnadi,meninggalnya kuli misdi ini digudang bulog kasokandel majalengka.namun setelah ditelusuri oleh wartawan media ini ternyata tempat kejadiannnya kuli misdi ini disebuah gudang lain milik kementerian perdagangan yang dikelola oleh bulog dan bekerjasama dengan pemda majalengka yang bernama GUDANG KOMODITI SISTEM RESI GUDANG KABUPATEN MAJALENGKA.dan tidak meninggal digudang,tapi meninggal dirumahsakit.gudang yang terletak dijalan raya ligung desa ligung lor kecamatan ligung kabupaten majalengka inilah,akhir dari penelusuran yang ternyata narasumber bernama warnadi ini tidak layak lagi dipercaya,karena lebih mengedepankan emosi pribadi ketimbang kepentingan publik.
Menurut masyarakat pemerhati sosial,suroso mengatakan bahwa “apa yang dibicarakan warnadi ini tidak patut untuk dicontoh,tidak boleh sakit hati dia terhadap bulog disangkut pautkan dengan kejadian ini” Pungkasnya. (KUSYADI)








