Kapolri ajak umat bergandengan tangan jaga NKRI

oleh -2 views

Bandung | Kontroversinews.- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk bergandengan tangan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita bersama-sama bergandengan tangan menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai,” ujar Tito saat menghadiri silaturahim akbar organisasi keagamaan Persis di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, di Bandung, Sabtu.

Tito menyampaikan rasa bangganya karena dapat hadir dalam silaturahim akbar keluarga Persis kali ini. Menurutnya, organisasi keagamaan tersebut tak hanya berperan dalam merebut kemerdekaan semata, juga mengisi kemerdekaan dengan pendidikan dan dakwah.

Tito berharap melalui silaturahim ini tercipta keutuhan umat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tidak seperti Uni Soviet dan Yugoslavia yang telah terpecah belah atau menjadi kisruh seperti di Timur Tengah.

“Ingin menyampaikan selamat kepada pengurus atas terselenggaranya acara ini. Saya berharap Persis betul-betul mengisi kemerdekaan, artinya tepat,” kata dia.

Di sisi lain, ia akan memerintahkan anak buahnya untuk sama-sama bergandengan tangan bersama Persis maupun dengan organisasi keagamaan lainnya yang ada di Indonesia.

“Dan untuk itu tentunya Polri siap untuk bersama Persis untuk mengisi kemerdekaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persis Aceng Zakaria berharap, silaturahim akbar ini menjadi momentum persatuan umat Islam di Indonesia, khususnya di internal Persis dalam menjaga silaturahim dan meningkatkan soliditas dakwah.

“Saya tegaskan tujuan ini memfasilitasi terjalinnya silaturahim langsung secara fisik dan kolosal antara seluruh elemen jamiyah Persis, khususnya Jabar dan utusan daerah,” tuturnya.

Ia juga berharap, silaturahim ini menjadi pengingat agar kasus-kasus penyerangan terhadap ulama tidak terulang. Di sisi lain, ia berharap jajaran kepolisian dapat mengusut tuntas segala bentuk intimidasi terhadap ulama guna tercipta rasa aman dan nyaman.

“Kita bersyukur segala sesuatunya pasti ada hikmahnya. Terima kasih ke orang gila jadi momentum menjaga ulama. Polisi juga sekarang mengamankan pesantren kita siang dan malam,” katanya.

Sumber: antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *