Kahuripan 69 Berjihad dengan Mengkhitan 2.430 Anak

- Pewarta

Selasa, 1 Mei 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | Kontroversinews.-Hingga penyenggraan yang ke -10 ditahun 2018 ini Kahuripan 69 dibawah komando H. Asep Wawan total telah mengkhitan 2.430 anak. Sejak ajeg 28 tahun lalu, Kahuripan 69 tetap eksis menggelar khitanan massal. “Tak ada satupun proporsal yang saya tebar atau meminta sumbangan kesana kemari. Jadi motivasi saya menggelar hajatan ini murni karena syiar dan perintah Allah, “ ujar H. Asep Wawan dikediamannya, Komplek Istana Mekar Wangi Bandung.

Dalam kurun waktu 1990-2016 sekitar 1.260 anak telah dikhitan. Kemudian pada tahun 2017 sebanyak 450 anak, dan pada tahun ini 720 anak telah dikhitan. Anak yang dikhitan tak sebatas dari Bandung, tapi dari daerah seluruh Jabar, antara lain Cianjur, Serang, Pandeglang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Sumedang, Purwakarta dll.

Dalam setiap kegiatan khitanan massal selalu diisi dengan panggung hiburan dengan penampilkan sederet artis kahot kota Bandung, antara lain almarhum Darso, Dora Dori, lawak Sasagon yang terdiri dari Ki Daus, Anton, Dadan, Jenong, Ade Batak dan Jun Jun. Parade band anak muda dan musik dangdut pun tak ketinggalan dengan penampilkan artis KDI. Selain itu tampil pula nada dan dakwah. Almarhum Kang Ibing sempat mengisi acara nada dan dakwah. Kemudian wayang golek dari dalang Dadan Sunandar Sunarya, pencak silat, rampak gendang dan kecapi suling, tampil pula ngareuah reuah acara. Untuk menampilkan sederet acara itu dibutuhkan waktu 6 hari 6 malam !

“Bagi saya tak ada istilah kaum dhuafa atau kaum miskin, sebab dimata Allah semuanya sama. Saya ingin berbagi dengan mereka. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan saya juga. Jadi ini syukuran masyarakat untuk masyarakat,” tegas H. Asep Wawan. (Deden .GP)

Berita Terkait

FKGOL Tanggapi Mundurnya Beberapa Pengurus dari Tubuh APDESI
Bupati Bandung Resmikan Program 100 Hari Kerja di RSUD Majalaya, Salah Satunya Inovasi Sipanda
Bupati Bandung Kecewa ASN Disdik kurang Disiplin, Ruang Kerja Berantakan
Buka Forkab II/2025, Bupati Bandung Sebut Olahraga Berpengaruh Terhadap Indeks Kesehatan Masyarakat
Pelantikan Hasil Open Bidding Sekda Digantung Diduga Ada “ABUSE OF FOWER”
PNM Ullam Klarifikasi terkait Viralnya Berita Eksekusi
LUKMAN ZULKAEDIN TETAP TIDAK DIAKUI MASYARAKAT DAN WARGI KESULTANAN CIREBON SEBAGAI SULTAN KASEPUHAN
Wali Kota Cirebon Buka DEKORASI 2025, Dorong Pelestarian Budaya Lewat UMKM

Berita Terkait

Rabu, 30 April 2025 - 14:04

FKGOL Tanggapi Mundurnya Beberapa Pengurus dari Tubuh APDESI

Selasa, 29 April 2025 - 18:15

Bupati Bandung Resmikan Program 100 Hari Kerja di RSUD Majalaya, Salah Satunya Inovasi Sipanda

Selasa, 29 April 2025 - 17:48

Bupati Bandung Kecewa ASN Disdik kurang Disiplin, Ruang Kerja Berantakan

Selasa, 29 April 2025 - 17:47

Buka Forkab II/2025, Bupati Bandung Sebut Olahraga Berpengaruh Terhadap Indeks Kesehatan Masyarakat

Selasa, 29 April 2025 - 06:35

PNM Ullam Klarifikasi terkait Viralnya Berita Eksekusi

Berita Terbaru