Kadisdik: Nominalnya Sama Untuk UNBK SMP Bukan Sumbangan Tapi Terindikasi Pungli

- Pewarta

Rabu, 10 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR. H. Juhana M.M.Pd,

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR. H. Juhana M.M.Pd,

MARGAHAYU | Kontroversinews – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR. H. Juhana M.M.Pd, membantah jika terdapat kepala sekolah yang memungut uang kepada orang tua siswa untuk penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP. Menurutnya, yang dilakukan orang tua siswa memberikan sejumlah dana untuk UNBK sifatnya sumbangan.

“Saya yakin, kepala sekolah tahu pungutan dengan sumbangan. Tapi masyarakat gak yakin tahu pungutan atau sumbangan. Sampai saat ini tidak ada larangan orangtua dalam memberikan sumbangan,” ujar Kadisdik disela-sela pembukaan Olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat SMP, di Lapangan Sekodik Purat Lanud Sulaeman, Margahayu. Rabu (10/4).

Dirinya mengungkapkan, orangtua siswa yang memberikan sumbangan tidak dilarang. Sebab tidak ditentukan jumlahnya, waktunya dan secara sukarela. Namun, jika bentuknya pungutan dan iuran tidak boleh.

Menurutnya, selama ini orangtua siswa banyak yang memberikan sumbangan dengan nominal yang sama. Hal itu terindikasi sebagai pungutan liar (pungli). Namun, ia mengungkapkan jika hal tersebut bukan pungutan.

Ia mengatakan, sumbangan yang diberikan ke sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas UNBK di Kabupaten Bandung. Sebab target penyelenggaraan UNBK di Kabupaten Bandunh saat ini baru 75 persen. Sementara, di pusat targetnya 80 persen.

Juhana mengimbau masyarakat untuk memahami hal tersebut. Sebab dengan UNBK maka para siswa menjadi melek teknologi serta sekolah pioner dalam memajukan siswa dengan memahami teknologi. (Lily Setiadarma)

 

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru