Kab. Cirebon, Kontroversinews | Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung telah merampungkan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Cikeusik di Kabupaten Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.
Proyek senilai hampir Rp10 miliar yang dilaksanakan oleh CV Cipta Tunggul Wilis, Nganjuk, Jawa Timur, ini selesai sesuai target dan sejalan dengan arahan Menteri PUPR untuk mempercepat pekerjaan irigasi di seluruh wilayah.
Proyek ini juga dinilai mendukung program swasembada pangan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, karena proses pengerjaannya tidak mengganggu musim tanam ketiga (MT III) para petani.
Peningkatan jaringan irigasi bertujuan mengembalikan fungsi saluran agar mampu memenuhi kebutuhan air pertanian di beberapa desa, yaitu Desa Pabuaran Kidul dan Desa Bojongnegara (Cirebon), Desa Tawangsari Losari (Cirebon), serta Desa Mekarjaya Cimahi (Kuningan). Pekerjaan yang dimulai pada Maret dan berakhir pada Desember 2025 ini mencakup:
- Saluran Induk Maneungteung Timur sepanjang 3.260 meter (melayani 288 ha lahan)
- Saluran Maneungteung Kepala sepanjang 202 meter
- Total panjang pekerjaan mencapai 3.650 meter
Selain itu, proyek ini menyerap sekitar 137 tenaga kerja lokal dan memberdayakan pemasok material setempat.
Febri, pelaksana pekerjaan, menegaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengabaikan mutu pekerjaan.
“Pekerjaan ini penting untuk intensifikasi pertanian dengan suplai air yang memadai,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memastikan pekerjaan tidak mengganggu MT III.
“Kepala balai berpesan agar pekerjaan tidak mengganggu musim tanam, dan kami pastikan air tetap mengalir,” tambahnya.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, proyek ini diharapkan mampu membantu pengendalian banjir dan menjaga fungsi sungai agar lebih optimal.
Di tempat terpisah, Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, mengatakan bahwa penanganan banjir Sungai Cisanggarung sepanjang 7 km juga dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di lahan pertanian wilayah hilir, khususnya Daerah Irigasi Cikeusik.
“Harapannya saat banjir, air tidak melimpas ke DI Cikeusik, karena jika itu terjadi risikonya bisa gagal panen,” ujarnya.
Dengan selesainya Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Cikeusik Tahap III ini, BBWS memastikan pekerjaan rampung tepat waktu tanpa kendala berarti. ***








