Implementasi Kurikulum Merdeka, Siswa SMPN 1 Ciwidey Ikuti Pembelajaran Outing Class

Salah seorang guru sedang memberikan bimbingan kepada siswa kelas 7 pada kegiatan P5 di Aula Gedung SMPN 1 Ciwidey, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Rabu (9/11/2022). Foto – Lee

CIWIDEY
Kontroversinews.com – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program dalam Kurikulum Merdeka.

Program tersebut antara lain berupa pembelajaran di luar kelas (outing class), yang bertujuan agar peserta didik memiliki ruang dan waktu untuk mengembangkan kompetensinya, memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam, serta memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila.

Seperti yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung. Seluruh siswa kelas VII melakukan outing class, dipusatkan di Aula Gedung SMP setempat, Rabu (09/11/2022).

Wakil Kepala SMPN 1 Ciwidey Bidang Kurikulum, Deti Jubaedah, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang mulai ditetapkan di Tahun Ajaran 2022/2023.

Menurut Deti, pelaksanaan P5 ini dibagi kedalam 3 project. Semuanya 360 jam pelajaran, dibagi 3, masing-masing 120 jam pelajaran. “Sekarang kita sudah sampai ke project 2. Project 2 ini temanya adalah Bangunlah Jiwa dan Raganya. “Project ke-1 sudah dilaksanakan September 2022, dengan tema Suara Demokrasi,” ujarnya.

Dalam Kurikulum Merdeka, anak itu memang diberi kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya. Sekarang ini di Project 2, maka anak mengeskplorasi dengan tujuan untuk menghasilkan Mars SMPN 1 Ciwidey, dan mereka memberi judul “Mars Onedey Tangguh”.

“Tangguh itu berasal dari visinya SMPN 1 Ciwidey. Tangguh, memiliki arti, Tanggung jawab, Agamis, Nasionalis, Gotong Royong, Global, Unggul, dan Humanis,” jelasnya.

Seluruh siswa kelas VII melakukan outing class, dipusatkan di Aula Gedung SMP setempat, Rabu (09/11/2022). Foto – Lee

Deti mengakui, SMPN 1 Ciwidey belum punya Mars yang paten. Karena itu anak-anak menciptakan Mars, dan juga menciptakan senam dengan judul sementara Senam Tangguh.

“Praktik dalam outing class ini direncanakan 3 minggu untuk mencapai 120 jam pelajaran, atau perminggunya sekitar 41 jam pelajaran. Nanti di akhir latihan akan ada pameran produk, dan kebetulan kita punya CSR juga, jadi nanti insyaAllah ada pameran, meskipun belum memamerkan seluruh karya siswa. Pameran agak besarnya nanti di semester 2,” papar Deti.

Deti juga mengakui, pada awalnya ragu apakah anak-anak kelas 7 bisa menciptakan Mars? Tapi ternyata mereka luar biasa. Baru beberapa hari ini sudah tereksplor kemampuan dan keterampilannya.

“Jadi sekarang kami optimis. Karena anak zaman sekarang itu ketika diwadahi dia itu pasti kemampuannya itu tereksplor dengan baik,” kata Deti.

Sementara itu, Ketua Koordinator Proyek ke-2, Epon Sulijamah, S.Pd, yang di dampingi Dewi Syntia menyebutkan, Proyek ke-2 dari P5 itu mengambil tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, dan berhasil melahirkan karya Mars Onedey Tangguh dan Senam Tangguh.

“Proyek ke-2 dimulai Senin, 7 November sampai Jumat, 20 November 2022, atau sekitar 3 minggu anak-anak berlatih,” kata Epon seraya menyebutkan, P5 diikuti 352 siswa kelas 7.

Salah seorang siswa kelas 7 E, Zakira Khaula Labibah, mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti dan berpartisipasi dalam proyek P5. “Mudah-mudahan saya bisa terus mengikuti proyek selanjutnya,” ujar Zakira.

 

Lily Setiadarma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *