ARJASARI | Kontroversinews- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bandung Raya menggelar Citizen Journalist II di Graha Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/9). Ratusan siswa SMP se Kabupaten Bandung antusias menghadiri acara yang bertujuan mengedukasi siswa bijak dalam bersosial media.
Ketua IJTI Bandung Raya, Rezytia Prasaja mengatakan tema yang diangkat dalam Citizen Journalist II tentang Citarum Harum. Dimana, tanggungjawab pemulihan Citarum tidak hanya dilakukan pemerintah. Namun pelajar juga ikut terlibat dan memiliki peran penting.
“Mereka bisa memanfaatkan gadgetnya untuk memotret situasi lingkungan Citarum terkini,” ujarnya, Sabtu (28/9). Dirinya mengatakan, siswa bisa melaporkan hasil pantauan kondisi lingkungan ke akun sosial media miliknya.

Menurutnya, agar berlangsung dengan baik siswa diajarkan cara mengemas informasi yang diunggah ke akun sosial media dan agar tidak mengandung unsur hoaks.
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengapresiasi kegiatan yang digelar IJTI Bandung Raya tersebut. Menurut dia, program Citarum Harum tidak akan menggema tanpa disebarkan melalui sosial media.
“Kami kerja sebesar apapun kalau tidak disebar melalui sosial media tidak akan terdengar. Peran sosial media cukup berpengaruh,” katanya.
Yusep menilai kegiatan yang diadakan oleh IJTI Bandung Raya ini cukup strategis dan turut ikut andil dalam keberhasilan program Citarum Harum ke depan. “Para siswa SMP betul-betul diajarkan dalam mengolah isu Citarum Harum untuk dipublikasikan ke akun media sosial mereka tanpa unsur hoaks,” katanya.
Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung, H.Maman Sudrajat SPd, MMPd, mengatakan yang dilakukan IJTI Bandung Raya selaras dengan program Disdik tentang digitalisasi pendidikan di Kabupaten Bandung.
Menurut Maman, pelajar di Kabupaten Bandung dituntut bijak dalam bersosial media. Mulai dari menulis konten, menyajikan konten, hingga menerima konten. “Kami mengimbau pelajar tidak sembarangan menyebarluaskan informasi yang didapat dari sosial media tanpa cek dan ricek dahulu,” katanya.
Para siswa mendapat berbagai wawasan bagaimana cara mengolah konten yang baik dari Mujib Prayitno dan Wisma Putra selaku pegiat YouTube, dan Didi Mainaki selaku wartawan senior RRI.
Dede Khairusaleh SPd, Kepala Sekolah SMP Sorput, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IJTI Bandung Raya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan kepada siswa bahwa terdapat rambu-rambu dalam bermedia sosial.
“Dari gugus tiga ada 52 peserta pilihan yang ikut acara. Diharapkan mereka nanti bisa menyosialisasikan kepada siswa yang lain,” katanya. (Lily Setiadarma)








