Hotmix Tambal Sulam Pada Proyek Puluhan Miliar di Samosir

oleh -189 Dilihat
oleh

Samosir | Kontroversinews.- Proyek Pekerjaan Peningkatan jalan Pangururan-Lumban Sihombing merupakan penuntasan jalan tembus yang membelah Pulau Samosir yang selalu di idam idamkan masyarakat Samosir pada umumnya masyarakat Ronggur nihuta pada tahun anggaran 2017.

Penuntasan jalan melalui 2 kontraktor selaku pelaksana proyek yang dipercaya alias pemenang tender yaitu,  PT.Pusaka Agung Jayakarya dengan nilai Rp.19.105.957.000, PT.Bona Jati Mutiara dengan nilai Rp.20.144.818.000.

Pekerjaan dilapangan sangat berbeda dari harapan terutama yang dikerjakan oleh PT.Pusaka Agung Jayakarya dimana proyek sedang dalam proses dikerjakan dan belum selesai dibangun sudah terjadi tambal menambal yang kren disebut tambal sulam , bahkan Bupati sudah berulang kali monitoring juga memberikan saran agar dikerjakan sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati , namun hasil pekerjaan di nilai masih jauh dari yang diharapkan.

Ungkapan ini dilontarkan Ketua LSM CIN, Hotman Siagian kepada Wartawan disela sela Musrenbang kecamatan Ronggur nihuta , Kamis (22/2) yang baru lalu .

Masih Siagian, beranikah PU – PR kabupaten Samosir membuat berita acara PHO untuk menutupi kekurangan dalam pengawasan selama pekerjaan untuk menghindari BPK nantinya ? ujar Siagian.

Sebelumnya LSM Cahaya Independen Nusantara ( LSM CIN ) sudah menyurati Dinas PU sekitar Oktober 2017,tentang ketidak sesuaian pekerjaan yang dilakukan oleh PT.Pusaka Agung Jayakarya yang mengakibatkan keterlambatan pekerjaan dan kualitas pekerjaan tidak terpenuhi.

Ternyata prakiraan itu terjadi dimana pelaksanaan pekerjaan sampai akhir Desember 2017 hanya sekitar 79%, pertambahan waktu 50 hari berikutnya sesuai hak dari pada kontraktor yaitu sampai tanggal 10 Feberuari 2018 ternyata yang ditemui dilapangan adalah tambal sulam.

Menurut Siagian Ketua LSM CIN, inilah merupakan Barometer kepada Pemerintah kabupaten Samosir nantinya terhadap bangunan berikutnya yang dibiayai APBN maupun APBD Provinsi dan juga APBD kabupaten, yang dibuat sebagai sumber bahan baku DISCLAIMER disetiap kabupaten. (ps).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *