Gunakan Hak Memilih Tanpa Dibebani Janji Manis Caleg

oleh -102 Dilihat
oleh

Kab. Bandung | Kontroversinews.-Atas dasar pengabdian serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selaku Wakil Rakyat, H. Yayat Hidayat, SE. MM., disisa umurnya ini berkeinginan memberikan kontribusi itu kepada masyarakat.

“Masalah umur memang kita tidak mengetahui secara pasti kapan akan datang. Namun sebuah keinginan adalah hal wajar divisualisasikan melalui setiap perencanaan kerja. Hakekatnya sebuah pekerjaan atau profesi yang kita sandang harus dipertanggung jawabkan kelak. Dan itu jelas memerlukan pemikiran bijak disaat mengimplementasikannya. Sebab masalah berbagi kebaikan atau ibadah itu tidak akan memandang golongan atau pangkat, siapa pun wajib berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wakil Ketua DPRD Kab Bandung.

Yayat menambahkan, ini tidak kaitannya dengan pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg), dan tak ada keinginan bagi dirinya untuk memaksaka berkehendak. Biarlah masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya. Dengan demikian hak masyarakat untuk memilih teraplikasikan dengan baik.

Karena keinginan masyarakat itu hanya bisa cukup sandang papan, bukan janji-janji manis yang nantinya akan berbuah kepahitan. Dan ia mengakui tak sanggup memberikan janji manis karena ia lebih memilih meningkatkan kinerja pelayanan.

Mengenai pengabdiannya selama 5 (lima) tahun, 2014-2019, bila memang tidak terpenuhi target prioritas pelayanan, ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Namun bila kemudian ia di percaya untuk mengemban amanah kembali, ia harap ada kebersamaan hakiki antara dirinya dengan masyarakat untuk bersatu padu membangun guna meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Kegotong-royongan merupakan cikal bakal keberhasilan sebuah pembangunan yang akan dilaksanakan. Karena kedua belah pihak saling berkontribusi pada lingkaran kepercayaan satu sama lain. Pribadi saya memang bukan seorang idealis murni, mungkin selama ini tanpa disadari saya berbuat salah, baik disengaja atau tidak disengaja. Tapi saya tetap berkeinginan bisa menjadi masyarakat yang dengan sadar bagaimana bisa mengedepankan kepentingan masyarakat ketimbang pribadi. Untuk itu saya jelas memerlukan pendampingan dari masyarakat dengan harapan bisa terealisasikan setiap perencanaan dengan baik,” tutur Yayat.

Ketika disinggung masalah respon masyarakat terhadap dirinya, Yayat mengatakan, ia tidak bisa menilai atau mempersepsikan bagaimana masayarakat menyikapi pekerjaannya selama ini. Ia menyadari kalau masalah itu merupakan hak masyarakat saat menentukan sikap.

Namun ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Bandung di tahun 2019 nanti saat pemilihan agar bisa pintar memilih. Janji manis bukan jaminan, uang juga hadiah bukan pilihan, jangan mau dibeli hak dan harga diri dengan sejumlah uang, itu bukan pilihan tepat. Pilihlah figur tepat yang bisa mengayomi masyarakat dan bisa menjadi bapak masyarakat dan bagian dari masyarakat. Itu yang terbaik bagi masyarakat.

“Selama ini masyarakat selalu dibohongi dengan janji manis dan rencana muluk dari caleg. Kita prihatin dengan keadaan itu, tapi kita tidak bisa menyalahkan mereka. Semoga ini dijadikan pembelajaran bagi masyarakat. Janganlah memilih yang terbaik, tapi pilihlah yang bisa menjadi baik. Dengan demikian akan terwujud satu kesatuan dengan dasar rasa percaya,” pungkas Yayat. (Ki Agus N. Fattah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *