DPRD Kab Bandung Akan Bahas Perda Anti Rentenir

- Pewarta

Rabu, 1 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Bandung H.Sugianto

Ketua DPRD Kabupaten Bandung H.Sugianto

SOREANG |  Kontroversinews – Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Sugianto mengatakan dimasa sidang yang ketiga akan membahas Perda anti rentenir. Jadi, akan berangkat dari sana sehingga pada akhirnya akan ada payung hukum, yang menjadi pedoman langkah bagi kepolisian termasuk juga aparat pemerintahan.

“Akan ada dasar hukumnya, nantinya kita bersama-sama mensosialisasikan produk hukum tersebut sehingga nanti dilapangan ada tindakan yang bisa dilakukan,” ujar Sugianto saat wawancara usai memperingati hari Bayangkara Ke 74 di Polresta Bandung Soreang, Rabu (1/7).

Di BJB atau di BPR Kertaraharja, kata Sugianto, yang akrab di sapa H. Sugih sebetulnya ada fasilitas tunjangan yang tanpa anggunan dan bunganya ringan. Sebetulnya, program itu bisa diakses oleh masyarakat yang memiliki motivasi usaha.

“Bagi yang sedang merintis usaha, ini kesempatan sebetulnya. Tapi kalau uangnya untuk konsumtif, maka tidak akan berkembang. Padahal fasilitas ini setiap tahun ada, disediakan oleh BJB atau BPR Kertaraharja. Tinggal nanti bagaimana uang itu digunakan untuk usaha,” tutur H. Sugih

H. Sugih berharap masyarakat harus mengukur pinjaman uang. Harus jelas tujuannya, karena kalau pinjam uang hanya untuk konsumtif, maka akan berbahaya. Kata H. Sugih, imbasnya nanti ada penyitaan, atau terpaksa menjual barang rumah tangga untuk membayar hutang.

“Tapi kalau usaha, saya pikir sudah ada fasilitas. Kendalanya itu kan masyarakat tidak mau berhubungan dengan perbankan, dianggap ribet dan sebagainya. Padahal kalau ada kemauan untuk mengembangkan usaha, sebetulnya sangat mudah,” jelas H. Sugih.

Kepada pengelola perbankan, H. Sugih berpesan, untuk segera mensosialisasikan fasilitas pinjaman tersebut kepada masyarakat.

“Jangan hanya duduk dimeja, tapi harus turun kelapangan. Harus bisa membaca keinginan masyarakat untuk membuka usahanya masing-masing,” pungkas H. Sugih. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru