DPR Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Lebaran

- Pewarta

Selasa, 6 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ilustrasi kebutuhan pokok di pasar tradisional. (Shutterstock)

Ilustrasi kebutuhan pokok di pasar tradisional. (Shutterstock)

JAWA BARAT (Kontroversinerws.com) – Anggota Komisi VI DPR, Hj Nevi Zuairina yang bermitra dengan Kementerian perdaagangan meminta secara khusus kepada pemerintah agar jelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 memastikan harga kebutuhan pokok stabil. Hal ini  agar masyarakat dapat melalui momentum hari besar tahunan ini dengan rilex dan menyenangkan.

Nevi mengatakan, beberapa analisa pasar berdasarkan pantauan dan penelitian singkat menunjukkan, bahwa Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri harga-harga kebutuhan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan.

“Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri biasanya harga-harga kebutuhan pokok  akan mengalami kenaikan. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan permintaan yang tidak biasanya saat Ramadhan dan Idul Fitri,” tutur Politisi PKS ini dalam pernyataannya yang telah dikutip dari laman Jurnal Soreang, Senin, 5 Maret 2021.

Nevi menegaskan,  peerintah dapatmemastikan tersedianya stok komoditas yang tiap tahun mengalami kenaikan saat Ramadhan dan Idul Fitri seperti daging, beras, gula, terigu, bawang merah, dan minyak goreng.

“Hal ini saya tekankan terus karena Pemerintah sangat perlu mengambil langkah yang tepat untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok  agar tidak merugikan pihak-pihak terkait seperti petani, nelayan, pedagang, dan juga masyarakat selaku konsumen,” kata wakil rakyat dari Dapil Sumatera Barat II itu.

Ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu pasokan, distribusi, sinergi dan operasi pasar. Pemerintah adalah memastikan distribusi berjalan lancar, jangan ada penimbunan, lakukan koordinasi yang baik antar Kementerian dan Lembaga terkait.

Dia mengingatkan  puasa dan lebaran dengan permintaan akan kebutuhan pangan pokok meningkat tajam, sering kali muncul orang-orang tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi yang akhirnya merugikan banyak pihak terutama masyarakat konsumen.” Oknum-oknum ini muncul musiman dan pemerintah belum selesai memberantas para spekulan-spekulan nakal ini,” katanya.***AS

Berita Terkait

RI tempuh Negosiasi Guna Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS
Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Terus Dilakukan Meski Libur Lebaran
Emas Antam-Galeri24 Naik hingga Rp17.000, UBS turun Tipis pada Jumat
Pertamina Sebut Ribuan Peserta Naik Kelas Lewat Program UMK Academy
Saatnya Dorong Kopi Bengkulu Jadi Primadona
QJMotor masih fokus pasarkan motor konvensional di Indonesia
KKP: PPN Palabuhanratu Beroperasi Optimal Pasca Banjir Bandang
Gerai “Kang Kaos Polos “Diserbu Masyarakat Kuningan Kaum Milenial

Berita Terkait

Minggu, 6 April 2025 - 21:13

RI tempuh Negosiasi Guna Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS

Sabtu, 5 April 2025 - 14:34

Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Terus Dilakukan Meski Libur Lebaran

Jumat, 4 April 2025 - 11:27

Emas Antam-Galeri24 Naik hingga Rp17.000, UBS turun Tipis pada Jumat

Kamis, 3 April 2025 - 11:24

Pertamina Sebut Ribuan Peserta Naik Kelas Lewat Program UMK Academy

Senin, 31 Maret 2025 - 13:37

Saatnya Dorong Kopi Bengkulu Jadi Primadona

Berita Terbaru

POLITIK

KPU Kabupaten Pulau Taliabu gelar PSU di sembilan TPS

Minggu, 6 Apr 2025 - 21:17

LINTAS DAERAH

BPKH berangkatkan ratusan warga Garut balik bareng ke Jakarta

Minggu, 6 Apr 2025 - 21:16