Diduga Melanggar Kampanye Pilkada, Bupati Bandung Di Panggil Bawaslu , Ini Penjelasannya

- Pewarta

Rabu, 14 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu Kabupaten Bandung saat melakukan persiapan untuk melaksanakan zoom dengan Bupati Bandung. Rabu (14/10 )

SOREANG || Kontroversinews – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung mengundang Bupati Bandung, Dadang M Naser untuk mengklarifikasi adanya laporan masyarakat. Laporan yang tengah Bawaslu dan Sentra Gakkumdu tangani, dugaan pelanggaran dalam masa kampanye Pilbup Bandung 2020.


Kordiv Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bandung, Ari Hariyanto mengatakan, pihaknya ingin memperoleh kejelasan terkait apa yang pelapor tuduhkan. Namun Ari tak menyebut pelaporan yang dimaksud, dengan alasan masih substansi dan dalam pemeriksaan.

“Hari ini undangan kepada yang bersangkutan (bupati) atas laporan masyarakat. Sesuai mekanisme, kita lakukan undangan kemarin untuk bisa hadir. Untuk menggunakan haknya mengklarifikasi,” ujar Ari, Rabu (14/10).


Selain Bupati Dadang Naser, pihaknya juga akan meminta bantuan ahli bahasa forensik. Karena ini dugaan pidana, kata Ari, maka harus hati-hati. Makanya, Bawaslu akan meminta keterangan ahli. Sehingga, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu akan bulat dalam mengambil kesimpulan.


“Laporan masuknya sudah terpenuhi, tapi tanggal detail harus dicek. Karena ini dugaan pelanggaran pidana, jadi yang menangani juga bukan hanya Bawaslu tapi juga Sentra Gakkumdu,” tutur Ari.

 

Ari mengungkapkan, bupati Dadang Naser bersedia memenuhi undangan Bawaslu, tapi melalui aplikasi zoom. Pihaknya tak menyoal itu karena kondisi pandemi Covid-19 dan ruang regulasinya memungkinkan.


“Zoom secara tertutup karena ini dalam ruang pemeriksaan. Kemarin kita panggil pihak pelapor, saksi dari terlapor dan kali ini pihak yang dilaporkan. (Bupati) bersedia klarifikasi, meski melalui daring zoom ini. Berdasarkan form A1 sudah ada dua orang yang dimintai keterangan dari pelapor,” pungkasnya.


Bupati Bandung, Dadang M Naser mengakui bahwa dirinya memang diminta klarifikasi oleh Bawaslu , terkait dengan dugaan kampanye di Desa Panyocokan dalam rangkaian upacara Hajat Huluwotan. Dadang melanjutkan dalam acara tersebut dirinya memberikan apresiasi kepada agenda tahunan Desa Panyocokan atas budayanya, adat lembur dan jaga air mata.


“Saya respon itu, luar biasa, tiap tahun ada hajatan. Setelah saya memberikan pidato apresiasi, supaya dijadikan destinasi wisata. Disitu saya menyampaikan tentang persiapan pemilu. Sekaligus saya pamit jadi bupati di Februari 2021. Sementara pemilihan bupatinya pada 9 Desember. Ini kewajiban bagi seluruh aparatur pemerintahan sampai kepala desa, untuk mensosialisasikan tentang pesta demokrasi pada 9 Desember,” jelas Dadang saat wawancara di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, (14/10).


Dadang menjelaskan ahli/pengamat menyebutkan akan ada pengurangan partisipasi politik, karena pemilu digelar di tengah pandemi Covid 19. Oleh karena itu, dirinya berupaya agar bagaimana menambah partisipasi bidang politik. Sehingga, bisa mendorong masyarakat menyalurkan hak pilihnya.

“Disitu sudah ada tiga pasang calon. Saya bilang silahkan pilih nomor 1,2,3. Disitu ada perang bintang, siapa nomor satu, nomor dua, nomor tiga,” sambung Dadang.

Dadang mengakui pihaknya menjelaskan tagline masing-masing calon. Nomor satu yaitu pasangan Nu Pasti Sabilulungan, kemudian yang kedua jargonnya Dahsyat, dan yang ketiga jargonnya Bedas. Selain menjelaskan tagline, Dadang juga menjelaskan profil masing-masing calon.

 

“Bedas adalah Dadang Supriatna yang merupakan Kader Golkar pindah ke PKB, jadi calon bupati bedas, orang Tegalluar Bojongsoang, berpasangan dengan Syahrul Gunawan, artis sinetron, jago, bintang sinetron, orang Bogor. Kedua ada Bu Yena dan Pa Atep. Bu yena, putra Masoem, keluarga Ma’soem yang beralamat di Rancaekek. Berpasangan dengan Atep, dimana Atep adalah bintang sepakbola, mantan pemain persib, jago main bola. Nu itu Kurnia, siapa? Teh Nia, orang Ciparay, mantan kabogoh, istri saya. Berpasangan dengan Usman Sayogi, siapa? Usman Sayogi orang Soreang, 31 tahun mengabdi di pemerintahan, berarti dia bintang pemerintahan. Silakan pilih sesuai dari tiga paslon ini, nyanggakeun sesuai hati nurani,” papar Dadang.


Dadang mempersilahkan masyarakat untuk mengkaji. Selain itu, Dadang juga meminta wartawan untuk menyampaikan informasi tersebut. Agar pada saat 9 Desember partisipasi menguat dan jangan sampai turun. Artinya, ada kesadaran untuk menyampaikan hak pilihnya. 

“Saya sampaikan seperti itu, klarifikasi saya di acara pesta Hajat Huluwotan. Itu saja dari saya, konfirmasi sudah dilakukan. Bawaslu tanya, tagline tiga paslon benar ? Saya bilang benar. Itu nomor satu Nu Pasti Sabilulungan. Nomor dua Dahsyat dan nomor tiga Bedas. Saya sadar ? Sadar. Saya sehat ? Sehat. Saat pidato saya rasa tidak ada kecondongan. Silahkan saja ukur. Tiga-tiganya saya  sampaikan,” pungkas Dadang.( Lily Setiadarma )

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru