Wujudkan Leuweung Padjajaran, PDIP Tanam Ratusan Ribu Pohon di DAS Citarum

- Pewarta

Minggu, 2 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASIRJAMBU || Kontroversinews – Sebanyak 222.220 bibit pohon ditanam secara serentak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat oleh kader PDI Perjuangan. Penanaman ratusan ribu pohon ini dilakukan untuk mewujudkan Leuweung Padjajaran.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono menuturkan, penaman bibit pohon tersebut di tanam di beberapa daerah Jawa Barat, diantaranya Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, dan KBB.

“Ini gerakan pencanangan Leuweung Padjajaran dengan teman melestarikam hutan dan sungai sebagai simbol peradaban bangsa. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian HUT PDIP yang dilaksanakan di Jawa Barat,” ujarnya di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Kec. Pasirjambu Kabupaten Bandung, Minggu ( 2 /2/2020 ).

Menurut Ono, leuweung dalam bahasa Sunda berarti hutan sementara Padajajaran adalah awal kebudayaan Sunda. Leuweung Padjajaran ini kata Ono, terletak di kawasan aliran sungai Sungai Citarum tepatnya di kaki Gunung Patuha yakni Desa Cimanggu.
“Kami mencanangkan Leweung Padjajaran sebagai bakti tertinggi dan merupakan cermin Bhinneka Tunggal Ika. karena di Leuweung Padjadjaran ini terdapat aneka tanaman endemik Sunda,” tuturnya.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Wahyu ( jaket hitam ) didampingi Humas PTPN VIII Reza , saat penanaman lpohon Picung di PPTK Gambung Desa Mekarsari Kecamatan Pasirjambu , Minggu ( 2/2/2020 )Photo Kontrobersinews || Lee.

Sejauh ini, pihaknya sudah menanam 150 jenis pohon, di mana 89 pohon merupakan endemik Indonesia dan sisanya pohon umum.
“Dan di 17 Kabupaten Jawa Barat pun, kami akan menanam 24 ribu pohon. Dan tentunya ini merupakan gerakan gotong royong itu menjadi poin penting,” jelas anggota Komisi IV DPR RI itu.
Ono menambahkan, untuk memastikan gerakan ini berkesinambungan pihaknya juga telah membentuk Komunitas Juang Jaga Wana Nusantara (Jawara) yang bertugas untuk memelihara pohon yang telah ditanam.

Ono juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam penyediaan bibit pohon.
“Terutama pada Ketum PDI Perjuangan yang menjadikan kegiatan ini sebagai tonggak gerakan secara nasional, gerakan aerentak menjaga hutan, mata air dan menanam hutan serta menjaga lingkungan sebagai simbol peradaban. Ini juga merupakan bakti kami pada ibu pertiwi sekaligus mempersembahkan kado istimewa untuk Hari Ulang PDI Perjuangan ke-47 dan juga Ibu Ketum yang berulangtahun ke-73,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pencanangan Leuweung Padjadjaran adalah puncak dari rangkaian HUT PDIP Ke 47 dan HUT Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut dia, seluruh kader partai sudah berkomitmen untuk menjalankannya, di mana menamam pohon, membersihkan DAS, dan juga melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, yang sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan gerakan yang diberi nama Gerakan Mencintai Bumi.

“Ini sebuah gerakan yang wajib dilakukan oleh seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan. Dan puncaknya dipusatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina Ciwidey di Bandung,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Wahyu menuturkan, gerakan penanaman pohon mewujudukan Leuweung Padjajaran sejalan dengan program PTPN untuk penghijauan lahan kritis di DAS Citarum.

“Kami sendiri punya program 1.700 hektar penghijauan di Kertasari. Dari 1.700 hektar sudah 400 hektar yang sudah kami tanami untuk penghijauan,” kata dia.
Menurut Wahyu, PTPN sendiri dalam waktu dekat akan menanam 250 ribu batang pohon kopi dan pohon keras lainnya yang akan ditanam di hulu Sungai Citarum, terkhusus di Kertasari dan Pangalengan.

Sebetulnya, kata dia, ada 2.300 hektar lahan kritis di DAS Citarum yang butuh direhabilitasi dengan cara penghijauan yang menjadi kewenangan PTPN VIII.
“Untuk Jawa Barat sendiru ada 100 ribu hektar lahan kebun milik PTPN. Sebagian kebun masuk ke dalam Kawasan Hutan dan Kawasan DAS Citarum,” kata dia.

Wahyu mengimbau kepada masyarakat di sekitar perkebunan milik PTPN untuk ikut merawat agar tidak diokupasi dan dieksploitasi. Pasalnya, pasti akan berdampak negatif kepada lingkungan dan menyebabka bnn bencana.

“Kami punya program kerjasama degan masyarakat dalam rangka menjaga kebun. Sekali lagi saya titip kepada masyarakat,” ucapnya. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru