Jakarta (Kontroversinews) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan intensif melakukan rehabilitasi dan penanaman di kawasan hutan di wilayah empat daerah aliran sungai (DAS) termasuk di wilayah dengan topografi landai, bekerja sama dengan pemerintah daerah Jawa Barat.
Dirjen Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut Dyah Murtiningsih dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan dalam bentuk penanaman di kawasan hutan di DAS termasuk di lokasi dengan topografi miring untuk menahan sedimen tanah dan air yang turun dari hulu.
“Kemudian pada lokasi-lokasi yang di luar, di APL (areal penggunaan lain) juga sama sebenarnya, pada kondisi yang topografinya miring itu juga harus dilakukan rehabilitasi lahan dengan tanaman vegetatif dan juga bangunan sipil teknis,” kata Dirjen PDASRH Kemenhut Dyah.
Kemenhut sendiri sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan langkah korektif di empat DAS yaitu Ciliwung, Cisadane, Kali Angke dan Kali Bekasi. Termasuk dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak Kabupaten Bogor serta Provinsi Jawa Barat.
“Kita akan intensif ke depan melakukan kegiatan penanaman. Kami akan men-support bibit dari persemaian skala besar kami yang ada di Rumpin untuk dilakukan penanaman baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Kami juga mengusulkan atau menyarankan bahwa harus ada perbaikan drainase yang ada di sekitar pemukiman, selain juga harus ada sumur resapan dan juga biopori yang fungsinya untuk menyerap air itu agar bisa masuk ke dalam tanah,” jelasnya.
Sebagai langkah nyata, dia menyebut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berencana pada Sabtu pekan ini atau pada tanggal 22 Maret 2025 akan melakukan kegiatan penanaman di kawasan Puncak bersama dengan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor.
Menurut data Kemenhut, luas kawasan hutan di 4 DAS penting itu adalah seluas 47.705 hektare atau 12,23 persen dari luas total seluruh DAS tersebut. **ANT