Bupati: Pencari Kerja, Harus Siap Hadapi Tantangan Era Industri

oleh -138 Dilihat
oleh

SOREANG | KONTROVERSINEWS.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar bursa tenaga kerja (job fair) di Dome Balerame Soreang, Rabu (12/12/2018). Pada agenda tahunan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tersebut, sebanyak 59 perusahaan akan terlibat dengan menyediakan sedikitnya 2 ribu lowongan kerja (loker) untuk berbagai posisi dan lulusan.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengungkapkan, masyarakat para pencari kerja harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan saat ini, selain kemampuan dan keahlian kerja, soal soft skill juga perlu dimiliki.

“Mereka harus pandai beradaptasi dan siap menghadapi tantangan era industri 4.0, yakni era digital. Selain punya keahlian tertentu, penguasaan teknologi informasi dan yang enggak kalah penting juga harus punya attitude dan komunikasi yang baik,” ungkap seusai membuka gelar job fair tersebut.

Menurut pria yang biasa disapa Kang DN itu, pemerintah sudah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi dengan membuka lowongan pekerjaan. Job fair yang dilakukan Disnaker tahun 2018, sudah dilakukan 5 kali, diantaranya di Kecamatan Pasirjambu, Baleendah, Rancaekek, dan Kecamatan Ciparay serta job fair besar di Dome Balerame Soreang.

“Pemerintah sudah membuka peluang melalui job fair. Beberapa waktu lalu juga kita lakukan pelatihan kerja dan mengirim para pemuda asal Kabupaten Bandung untuk ikut program magang, seperti ke Korea,” tandasnya.

Sementara, Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Rukmana menyebutkan, untuk mengurangi pengangguran pihaknya sudah menggelar 5 kali job fair di tahun 2018. Dalam hal memfasilitasi para pencari kerja lanjutnya, Disnaker sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, mengadakan kegiatan bimbingan teknis bagi tenaga kerja mandiri (TKM) dan pelatihan keterampikan kerja di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja.

“Kita sudah berupaya juga memberikan pelatihan, persiapan pemagangan ke Jepang dan Korea serta melakukan transmigrasi pekerja,” imbuh Rukmana.

Lebih lanjut dia mengatakan, job fair kali ini adalah job fair besar dengan melibatkan lebih dari 59 perusahaan besar dan 4 job fair kecil dengan dukungan dari 10 perusahaan yang sengaja digelar di wilayah kecamatan.

“Job fair ini akan mendekatkan antara pencari kerja dan pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Seperti di Kecamatan Ciparay beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, pada job fair taun lalu lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai 6.100 lowongan pekerjaan di berbagai perusahaan. Lebih dari 15.000 warga Kabupaten Bandung mendatangi job fair tahun lalu. Namun, dari 6.100 lowongan yang tersedia, kurang dari setengahnya terserap.

“Tahun lalu yang terserap hanya 2.700 pekerja, hal tersebut dikarenakan skil yang dimiliki oleh calon pekerja tidak sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan industri,” katanya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Bandung banyak terdapat industri garmen, sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri dengan cara kursus menjahit yang sesuai dengan kebutuhan garmen. “Kalau mempunyai skil sesuai kebutuhan industri di sekitar, mencari pekerjaan akan lebih mudah,” katanya.

Disnaker Kabupaten Bandung, tambah Rukmana, selalu siap memberikan konsultasi pada masyarakat terkait skil yang diminati oleh perusahaaan. “Seperti saat membuat kartu kuning, kami selalu menyediakan waktu untuk pencari pekerjaan berkonsultasi. Salah satunya mengarahkan pencari kerja ke perusahaan tertentu, yang memang sesuai skil yang dimilikinya,” pungkas dia.

Menambahkan hal itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta Kerja) Disnaker Kabupaten Bandung Dada .A Hidayat,SH.,M.H menyebutkan, Job fair kali ini membuka 2.449 loker yakni disediakan untuk 2 lulusan Sekolah Dasar, 37 lulusan SMP, 1.602 lulusan SMA, 255 lulusan SMK, 333 lulusan Diploma dan 220 untuk lulusan Sarjana. “Sedangkan berdasarkan gender, loker akan dibuka untuk 268 pencari kerja laki-laki, 658 perempuan dan 1.523 lowongan untuk pencari kerja.

Beberapa perusahaan besar yang terlibat lanjutnya, ada PT. Fengtay, Bank Mandiri, BTPN, Borma, Sutan Raja Hotel, Indomart, Samudra Toserba, PT.Trico, Podomoro group dan beberapa perusahaan lainnya. “Ini untuk mendekatkan dan memberi kemudahan antara penyedia dan pencari kerja. Beberapa perusahaan ini diharapkan bisa berkontribusi mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, menurut warga Katapang Kabupaten Bandung, Endah Kusmawatini lulusan Poltekes D3 TNI AU Cimbuleuit jurusan Perawat, yang mengikuti Job Fair 2018 sengaja mengikuti kegiatan tersebut untuk melamar pekerjaan sesuai disiplin ilmu.

“Saya mendengar dari teman di Bale Rame Soreang lagi buka lowongan kerja. Saya langsung tertarik untuk ikut. Kebetulan ada beberapa perusahaan yang saya minati,” kata perempuan asli darah sunda ini. ( Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *