Bupati dan Wabup Kuansing Bersihkan Sampah Bersama Masyarakat

oleh -1 views

Kuntan Singingi | Kontroversinews.- Bupati Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Mursini bersama masyarakat setempat mengumpulkan sampah sebagai bentuk peduli kebersihan lingkungan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Kota Teluk Kuantan.

“Kami sangat bangga atas besarnya perhatian Bupati dan Wakil Bupati,” kata warga Kuantan Singingi Yono (45) dan Yunus (35) di Kota Teluk Kuantan, Jumat.

Mereka mengatakan, jika petinggi Kuansing turun langsung tentu masyarakat merasa simpati dan mendukung program kebersihan lingkungan.

Bupati Mursini dan Wakil Bupati Halim terlihat bersemangat bersama sejumlah siswa, warga maupun pejabat pemerintahan setempat membersihkan sejumlah lokasi di pusat kota.

Bupati mengajak masyarakat ikut memeriahkan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 di Kuantan Singingi (Kuansing), sembari berjalan, ribuan peserta menyisir ruas jalan di Kota Telukkuantan.

” ami sangat merespon positif, ini juga bermanfaat untuk dapat menjaga kebersihan kota,” katanya.

Bupati Mursini dan Wabup Halim, para pegawai melakukan longmarch dari SMAN Pintar menuju Lapangan Limuno. Sepanjang jalan, Mursini memungut sampah, diikuti oleh pejabat teras lain termasuk Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto dan Kajari Kuansing Jufri.

Sesampai di Lapangan Limuno, baik Mursini, Halim, Fibri dan Jufri langsung menjual sampahnya ke bank sampah. Setelah itu, Forkompinda langsung meninjau stan milik SMAN 1 Telukkuantan yang berisi kerajinan tangan terbuat dari barang bekas atau sampah.

Bupati Kuansing Mursini mengatakan, kerajinan tangan hasil kreasi masyarakat sangat bagus sehingga diharapkan dapat mendorong warga lain untuk memanfaatkan barang bekas sebagai penambahan rezeki jika dipasarkan secara baik.

“HPSN berjalan lancar, kreativitas warga sangat diapresiasi,” sebut Mursini.

Mursini menyebutkan, setelah kegiatan tersebut diharapkan semua lapisan masyarakat dapat menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, sehingga julukan kota wisata dapat dipertahankan dengan memperhatikan lingkungan yang bersih, khususnya di kota jalur.

Sumber: antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *