Anak Penyu 150 Ekor Dilepasliarkan ke Laut di Banda Aceh

oleh -1 views
Ilustrasi penyu

BANDA ACEH (Kontroversinews.com) – Sedikinya 150 ekor anak penyu dilepasliarkan ke laut di kawasan Pantai Joel’s Bungalow, Kecamatan Lhoknga, Kabupayen Aceh Besar. Pelepasan ini merupakan upaya dalam melestarikan dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. “Pelepasan tukik atau anak penyu ini kami lakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan biota laut,” ujar Pemilik Joel’s Bungalow Zulfitri di Aceh Besar, Selasa (30/3/2021).

Dia mengatakan tukik tersebut merupakan hasil penangkaran yang dilakukan di kawasan tempat usahanya. Selanjutnya, setelah menetas anak penyu itu langsung dilepas ke laut. Menurutnya, telur penyu tersebut didapatkan dari warga di kawasan Pantai Lhoknga. Dia membeli telur penyu itu mulai harga Rp5.000 hingga Rp7.000 per butir.
“Jadi telur-telurnya memang kami beli dari warga sekitar Lhoknga ini karena kawasan Lhoknga ini memang tempat penyu bertelur. Ini juga bagian dari cara kami mengedukasi masyarakat untuk konservasi penyu,” katanya.

Selama 2021, dia telah melepasliarkan 1.500 ekor anak penyu. Pelepasan itu biasanya dilakukan ketika malam hari karena anak penyu atau tukik itu rawan mati dan dimakan predator. “Jadi 150 ekor yang kami lepas hari ini tidak bisa jamin akan hidup semua. Mungkin hanya satu persen yang bisa selamat di dalam laut. Tapi kami berharap semuanya selamat,” ucapnya.

Sebelumnya, PT PLN Wilayah Aceh juga melepas 300-an tukik di Kawasan Pantai Lhoknga, Aceh Besar pada Senin (29/3/2021). “Pelepasan ratusan tukik tersebut merupakan bagian dari komitmen PT PLN UIW Aceh untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” kata General Manager PT PLN UIW Aceh Abdul Mukhlis yang dilansir dari iNews.

Sebelumnya, PT PLN Wilayah Aceh juga melepas 300-an tukik di Kawasan Pantai Lhoknga, Aceh Besar pada Senin (29/3/2021). “Pelepasan ratusan tukik tersebut merupakan bagian dari komitmen PT PLN UIW Aceh untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” kata General Manager PT PLN UIW Aceh Abdul Mukhlis.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *