Warga Pertanyakan Kondisi Taman Soreang, Terkesan Dibiarkan Telantar

- Pewarta

Rabu, 30 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOREANG |  Kotroversinews – Sejumlah warga Soreang memertanyakan kondisi taman Soreang Jalan Raya Gading Tutuka Desa Cincin Kecamatan Soreng, Kab. Bandung terkesan dibiarkan telantar. Kesan tak terpeliharanya taman terutama di depan muka jalan , cukup mencolok mata. Keadaan rumput dan tanahnya menjadi kering kerontang. Sehingga tak ada kesan hijau sejuk nan asri.

Dadang (40) salah seorang warga Soreang yang sering berolahraga di taman kota itu kecewa dengan kondisinya yang buruk. Rerumputan kering, sampah berserakan di mana mana, begitu juga dengan fasilitas toilet, beberapa tempat permainan anak rusak parah. Tak hanya itu saja, saat malam keadaan sekitar taman itu gelap karena lampu taman tak berfungsi. Maka tak heran jika saat malam tempat itu seringkali dijadikan tempat mabuk mabukan oleh anak anak muda berandalan.

“Taman itu sangat penting untuk beraktivitas warga. Seperti olahraga, berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga dan kawan kawan. Tapi sayangnya tempat ini enggak terurus, sampah dimana mana, begitu juga dengan fasilitas toiletnya engggak berfungsi kotor dan bau, ” kata Dadang, Rabu (30/10/2019).

Hal senada dikatakan oleh Dani Almohamed (44) salah seorang warga Katapang yang mengaku sering beraktivitas di taman kota Soreang itu. Hampir setiap malam ia melintas ke tempat itu terlihat banyak remaja berandalan berkumpul sambil mabuk mabukan di tempat itu.

“Kalau paginya dilihat itu banyak sampah bekas obat batuk cair dimana mana. Obat batuk cair itu biasanya suka disalahgunakan untuk mabuk mabukan. Seharusnya sih Satpol PP patroli kesana untuk menertibkan,” kata Dani

Selain taman Kota Soreang, lanjut Dani, taman yang rusak tak terawat juga terlihat di Taman kota Kutawaringin di dekat Kantor Kecamatan Kutawaringin. Kondisinya lebih parah lagi, sebab sejak dibangun hingga sekarang tidak pernah dirawat. Taman yang dibangun dengan uang negara miliaran rupiah itu terbengkalai.

“Bangunanya hancur, rumput dan alang alang dimana mana. Jangankan untuk olahraga dan bersantai, datang kesana saja takut ada ular. Kenapa yah taman taman itu dibangun tapi kok tanpa mempertimbangkan perawatannya, ” katanya. (Lily Setiadharma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru