Pengangguran di Kabupaten Bandung Tahun ini Diprediksi Mencapai 5 persen

- Pewarta

Rabu, 5 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung | Kontroversinews.- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung mengungkapkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan salah satu faktornya karena kondisi perekonomian global yang tengah tidak membaik. Terlebih beberapa perusahaan di Kabupaten Bandung mengunakan bahan baku impor.

“Tahun lalu angka pengangguran di Kabupaten Bandung 3.92 persen, tahun ini diprediksi mencapai 5 persen karena ada berbagai macam dinamika di lapangan,” ujar Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Bandung, Yosef Rahmat kepada wartawan, Rabu (5/12).

Dirinya mengungkapkan, jika dijumlahkan 3,92 persen angka pengangguran mencapai 370 ribu orang. Sedangkan 5 persen kurang lebih mencapai 500 ribu orang pengangguran.
Menurutnya, selain faktor ekonomi global penyebab lainnya adalah pelajaran di sekolah tidak berbanding lurus dengan kebuuhan di dunia kerja. Bahkan ia mengaku melihat di media massa jika pengangguran terbanyak berada di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ke depan harus ada penyesuaian. Kalau dulu hard skill sekarang ke soft skill,” ungkapnya.  Ia menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan pengangguran dengan cara menyelenggarakan job fair yang akan dilaksanakan satu pekan mendatang.

Yosef mengatakan job fair yang akan dilaksanakan pada pertengahan Desember akan diikuti oleh 85 perusahaan dengan jumlah lowongan pekerjaan mencapai 1803 lowongan. Diharapkan selain terserap di dunia pekerjaan formal, mereka juga bisa menjadi entrepreneur mandiri.
“Lowongan pekerjaan di tingkat manajemen sampai operator. Bahkan ada lowongan tenaga pengajar di swasta. Kita melaksanakan bursa job fair berharap semaksimal mungkin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung, Rukmana mengungkapkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung naik dibanding tahun sebelumnya. Hal itu terjadi diakibatkan oleh kerisi ekonomi, PHK, dirumahkan dan lainnya.

“Kita genjot terus supya jumlah pengangguran berkurang,” ujarnya. Oleh karena itu pihaknya berharap agar job fair bisa meminimalisasi angka pengangguran. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru