Pemkab Bandung Tingkatkan Layanan Air Bersih, Bupati Dadang Resmikan SPAM

- Pewarta

Minggu, 21 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BANDUNG (Kontroversinews).– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus meningkatkan pelayanan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Hingga 2023, DPUTR Kabupaten Bandung sudah melayani 17.000 sambungan rumah (SR) melalui program SPAM dengan anggaran Rp64 miliar pada tahun 2022 dan Rp40 miliar pada tahun 2023.

Untuk meningkatkan pelayanan air bersih itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa meresmikan 80 sambungan rumah program SPAM di Desa Pakutandang RW 10, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/1/2024).

“Sarana air bersih ini untuk masyarakat,” kata Dadang Supriatna di sela-sela peresmian SPAM yang memiliki debit 1,5 liter/detik itu.

Bupati mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah menghibahkan lahannya. “Atas nama Pemkab Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang menghibahkan lahan untuk SPAM ini, dan mudah-mudahan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” katanya.

Menurut Dadang, sampai saat ini baru 114.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) atau rumah yang sudah mendapatkan sambungan air bersih yang difasilitasi PDAM dari 1,2 juta KPM di Kabupaten Bandung.

“Baru sekitar 10 persen yang terlayani air bersih. Makanya ada program SPAM untuk meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat. Semoga dengan adanya program SPAM ini dapat meningkatkan pola hidup sehat masyarakat,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS juga berharap masyarakat mendukung program Gep4k Sayang (Gerakan Peduli Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Kesayangan), baik penanaman di pekarangan rumah maupun di lahan kritis.

“Melalui gerakan penanaman pohon kesayangan ini, diharapkan air tetap mengalir dan lestari. Gep4k Sayang ini merupakan program penanaman pohon, setiap warga yang baru melahirkan menanam 2 pohon, pasangan pernikahan 2 pohon, pemilik roda dua 7 pohon dan pemilik mobil 25 pohon,” ungkapnya.

“Manfaat dari penanaman pohon ini bisa menampung air dan kebutuhan oksigen untuk masyarakat. Satu pohon yang ditanam, bisa memenuhi oksigen untuk 2 orang, baik untuk kebutuhan oksigen yang menanam pohon itu maupun orang lain,” sambung Bupati Bandung.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan, layanan air bersih ini untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). “Ketersediaan air bersih sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM, selain lingkungan,” katanya.

Zeis mengungkapkan bahwa Bupati Bandung sudah menunjukkan langkah konsisten dalam peningkatan layanan air bersih kepada masyarakat. “Pengelolaan dan pengembangan SPAM ini untuk 80 sambungan rumah di RW 10 Desa Pakutandang,” katanya. ****

Berita Terkait

Rumah Warga Miskin Dan Lansia”Ambruk” Minim Bantuan Sosial
Tak Sekadar Pelengkap, Pemkot Cirebon Dorong Perempuan Jadi Penggerak Literasi Politik
Polres Cirebon Kota Pecat Dua Anggota Terlibat Kasus Narkoba
Program MBG di Dapur SPPG Selacau Dinilai Sangat Membantu Keluarga Penerima Manfaat
Pemkot Cirebon Tingkatkan Kapasitas Guru Ngaji, Bentuk Generasi Berakhlakul Karimah
Polres Kuningan Gelar Bakti Sosial pada Peringatan HUT Reserse ke-78
Oknum RW dan RT Diduga Lakukan Pungli pada Bantuan BLT di Neglasari
Dugaan anggaran Ketahanan Pangan di Desa Solokan Jeruk menjadi ajang Bancakan

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 11:18

Rumah Warga Miskin Dan Lansia”Ambruk” Minim Bantuan Sosial

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:27

Tak Sekadar Pelengkap, Pemkot Cirebon Dorong Perempuan Jadi Penggerak Literasi Politik

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:27

Polres Cirebon Kota Pecat Dua Anggota Terlibat Kasus Narkoba

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:20

Program MBG di Dapur SPPG Selacau Dinilai Sangat Membantu Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:15

Pemkot Cirebon Tingkatkan Kapasitas Guru Ngaji, Bentuk Generasi Berakhlakul Karimah

Berita Terbaru