SEJARAH TIMUR PANE SANG NAGA BONAR

- Pewarta

Minggu, 31 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak para pahlawan kemerdekaan yang yang tak tercatat dalam sejarah. Nama mereka tertutup kebesaran para tokoh kemerdekaan yang tampil di muka sejarah secara langsung. Dan, salah satu sosok yang dimaksud ada di tengah-tengah masyarakat Sumatera Utara bernama Timur Pane. Apalagi, film Naga Bonar dengan sutradara Asrul Sani, tahun 1987, membuat sosok ini semakin dikenal masyarakat Sumut, bahkan Indonesia.

Nama Timur Pane disebut-sebut dalam buku sejarah soal revolusi di Sumatera Utara. Muhammad Radjab, dalam bukunya Tjatatan di Sumatera (1949), mengaku pernah bertemu langsung dengan Timur Pane. “Badannya pendek kecil, mukanya separuh bagian bawah kebiru-biruan, matanya jaga dan liar,” tulis Radjab dalam buku, seperti dikutip dalam buku Sumatera Tempo Doeloe (2015:388-389). Timur Pane termasuk tokoh yang ditakuti di Sumatera Utara bagian timur. Ia mengaku sudah banyak “menyembelih” orang di front pertempuran.

Masa lalu Timur Pane pun mirip Naga Bonar. Sebelum revolusi, mereka berdua mencopet. “Ia sendiri mengaku, bahwa dulu ia seorang pedagang jengkol, lada, dan sayur-sayuran di Pasar Medan, dan juga jadi bajingan dan pencopet,” demikian ditulis Radjab.

Selain itu, Timur Pane juga mendaku sebagai anggota partai Pendidikan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai PNI-Hatta. Dia terkait juga dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). Tak heran jika di masa revolusi dia menjadi bagian dari Nasional Pelopor Indonesia (Napindo). Sejak zaman Pertempuran Medan Area, menurut Jenderal Maraden Panggabean dalam Berjuang dan Mengabdi (1992:93), Timur Pane memimpin pasukan Napindo Naga Terbang. “Walaupun membawakan nama Napindo, tidak selalu patuh kepada pimpinan Napindo,” kata Maraden Panggabean.

Kisah Naga Bonar yang dikisahkan Asrul Sani (sutadara film Naga Bonar) boleh saja fiktif, tetapi di masa mudanya Asrul Sani semestinya tahu seseorang bernama Timur Pane. Nama ini bisa dibilang Naga Bonar dalam kenyataan. Seperti halnya Naga Bonar, ia mengangkat diri sebagai jenderal mayor.-

Sosok Naga Bonar inilah yang menurut Asrul Sani diadaptasi dari kisah hidup Timur Pane yang dicatat dalam sejarah sebagai seorang bandit sekaligus seorang pejuang kemerdekaan. ***

Dikutip sepenuhnya dari  https://www.relasiparadigma.com/

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru