Warga Huta Tinggi Turun, Tutup Operasional Live Music Rindu Alam.

- Pewarta

Sabtu, 9 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir | Kontroversinews.-Setelah sekian lama menahan kesabaran agar live music Rindu Alam yang beroperasi tanpa izin, di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, akhirnya puluhan warga setempat turun langsung ke lokasi untuk menutup usaha itu, Kamis 7/3/19 dari pukul 23.00 WIB-24.00 WIB.

Salah satu warga, R Naibaho seperti dilansir medanbisnisdaily.com, Jumat 8/3/19 menyampaikan, hal itu dilakukan warga, karena keberadaan live music Rindu Alam telah meresahkan warga, dan menduga adanya bisnis esek-esek didalamnya.

“Telah meresahkan warga baik akibat suara bising, dan kuat dugaan adanya bisnis esek-esek. Sehingga tadi malam, penduduk Huta Tinggi turun langsung menutup usaha live music Rindu Alam,” ujar Naibaho.

Ia juga menyampaikan, sebelumnya penduduk huta tinggi telah menyampaikan keluhan itu kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, agar segera menutup segala bentuk usaha dunia malam yang tidak sesuai dengan norma dan adat masyarakat setempat.

“Pada tanggal 4 Maret yang lalu, Pemkab Samosir melalui instansi terkait yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan, Satpol PP dan pihak Kecamatan Pangururan, telah turun langsung untuk melakukan penertiban. Dan pada pertemuan itu telah diminta untuk tidak membuka usaha live musik Rindu Alam sebelum ada izin dan dukungan dari masyarakat setempat,” terangnya.

Saat itu, lanjut Naibaho, hal itu telah disanggupi oleh pihak pengelola. Tetapi hingga saat ini, usaha live music Rindu Alam tetap beroperasi.

“Namun sampai saat ini tanggal 7 Maret 2019, ternyata pengelola melanggarnya. Usaha live music masih tetap beroperasi dan semakin menjadi-jadi, bahkan beroperasi sampai jam 03.00 WIB,” ungkap R Naibaho.

Lanjutnya, hal itu yang membuat penduduk setempat marah dan turun langsung ke lokasi usaha dan menghentikan aktifitas. Tiba di lokasi, warga menemukan sejumlah pria hidung belang bersama puluhan wanita malam yang berpakaian tidak pantas sedang menikmati dunia malam.

“Aktifitas yang tidak pantas itulah yang membuat penduduk Huta Tinggi menolak usaha yang tidak jelas ini,” kata Naibaho.

Pada pertemuan itu, sambung Naibaho, dengan tegas pengelola diminta tidak beroperasi sejak malam itu 7 Maret 19. “Dan jika masih beroperasi, maka dipastikan seluruh masyarakat termasuk kaum Ibu-ibu akan turun langsung menutupnya,” pungkas R Naibaho.
Puluhan warga Desa Huta Tinggi,mendatangi live music Rindu Alam dan meminta usaha itu ditutup.(ps)

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru