Melalui Kampus Merdeka, Kemendikbudristek Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di NTT

- Pewarta

Senin, 27 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Merdeka tingkatkan pendidikan di NTT-ilustrasi-

Kampus Merdeka tingkatkan pendidikan di NTT-ilustrasi-

NTT (Kontroversinews.com) – Melalui kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus dorong peningkatan link and match antara pendidikan tinggi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun dunia usaha dan industri.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Kemendikbudristek melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah XV (LLDikti XV) merangkul Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berbagai industri guna meningkatkan pendidikan tinggi melalui program MBKM salah satunya kolaborasi bersama Dinas Peternakan NTT.

Sekretaris LLDikti XV, Ade Erlangga Masdiana berharap kolaborasi antara LLDIKTI XV dengan pemerintah daerah bisa berjalan dengan baik sehingga implementasi dari kebijakan MBMK dapat dirasakan oleh semua pihak. “Saya datang untuk menjelaskan bahwa Kebijakan MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa meningkatkan kompetensi kelulusan,” tutur Erlangga dalam kunjungannya di Kantor Dinas Peternakan NTT, di Kupang, pada Rabu (28/7/2021).

Erlangga melanjutkan, kolaborasi ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi kelulusan mahasiswa dan memberdayakan masyarakat di bidang peternakan.

“MBKM ini juga memberi ruang kepada dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmunya,” ungkap Erlangga.

Selain itu, dalam MBKM ini, kata Erlangga, kurikulum dapat dirancang bersama dengan Pemerintah Daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“LLDIKTI XV ingin memberikan sumbangsih dengan melibatkan perguruan tinggi secara akademik dan praktis. Kolaborasi ini bisa menjadi wadah untuk mengimplementasikan MBKM,” jelas Erlangga.

Senada dengan itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan, Yohana E. Lisapaly, menyampaikan saat ini Pemerintah Daerah Provinsi NTT sedang menggalakkan berbagai program bersama pendidikan tinggi untuk menjawab berbagai permasalah di bidang peternakan.

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru