Tingkatkan Daya Tarik Wisata Walini, Pengelola Tata Taman Kolecer

- Pewarta

Jumat, 11 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolam Pemandian Air Panas Walini Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kab. Bandung.

Kolam Pemandian Air Panas Walini Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kab. Bandung.

RANCABALI | Kontroversinews –  Untuk lebih meningkatkan daya tarik objek wisata Walini, pihak pengelola, dalam hal ini Puskopkar PTPN VIII akan terus melakukan penataan meliputi pembangunan taman kolecer. Tujuannya agar lebih banyak wahana yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

“Taman kolecer ini nantinya bisa dijadikan objek untuk berselfie ria”, kata Ketua Puskopkar PTPN VIII Ir. H.  Heri Hermawan M.M., melalui Manajer H. Doddy Rasyidi saat menghadiri undangan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dan Orientasi Keanggotaan dan Keorganisasian  (OKK) PWI Kab. Bandung di Rancabali Tea Resort, Rabu lalu.

Pembenahan dan pembangunan wahana di lingkungan objek wisata Walini, menurut H. Dodi  sudah direncanakan dari awal tahun 2020. Hanya saja karena terkendala Covid 19,  jadinya tertunda. Namun demikian pogram tersebut tetap akan berjalan seiring dengan dibukanya objek wisata di Bandung selatan.
Ia juga menjelaskan, taman kolecer  tidak akan merusak tanaman teh yang ada di sekitar. Selain itu, juga akan dibangun resort dan sirkut di gunung bangku.

Sementara itu objek wisata pemandian air panas Ciwalini Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kab. Bandung hingga sekarang masih menjadi faforit kunjungan wisatawan  terutama kalangan kelurga .

H. Doddy Rasyidi (mengenakan baju kotak-kotak, mengikuti kegiatan bupati Dadang M Nasser saat menghadiri undangan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dan Orientasi Keanggotaan dan Keorganisasian  (OKK) PWI Kab. Bandung di Rancabali Tea Resort, Rabu lalu.

“Meskipun  demikian pihak pengelola wisata tetap menjaga  konteks keselamatan bersama lebih diutamakan.
Sejalan dengan instruksi pemerintah bahwa protokol kesehatan saat ini harus dikedepankan, mengingat pandemic Covid-19 masih belum berakhir,” kata Doddy.

Sarana objek wisata lain yang akan dibangun oleh pengelola Walini dalam waktu dekat, adalah penambahan shelter-shelter tempat pengunjung beristirahat, di samping  ada rencana pembangunan restoran yang lebih mengedepankan suasana asri, sehingga pengunjung lebih nyaman.

GATE KHUSUS
Kepala Unit Objek wisata Walini, H. Ade Yuyun Rahayu mengatakan,  terkait penataan, maka benteng kolam renang dengan taman kolecer akan berdekatan. Nantinya juga akan dibuatkan gate khusus untuk pengunjung yang dari kolam renang bisa masuk ke taman kolecer.  Hal tersebut agar lebih mempermudah aksestabilitas pengunjung ,” ujar H. Ade.

Taman kolecer ini, kata Ade, tujuannya agar lebih menarik pengunjung terutama anak anak . Dimana, akan ada beberapa view yang ditonjolkan, seperti membangun labirin sehingga pengunjung  lebih  mudah berkreasi.
“Taman kolecer ini rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar,” jelasnya.

Selain taman kolecer, juga akan dibuat wahana camping ground di Gunung Bangku, dimana akan tersedia hand bridge. “Panjang hand bridge ini diperkirakan sampai 300 meter,” lanjutnya.

Meskipun akan membangun sejumlah wahana baru, Ade menegaskan tidak akan mengurangi pepohonan yang ada di lingkungan objek wisata Walini. Karena salah satu pemandangan yang ditawarkan di objek wisata Walini adalah pemandangan hijaunya.

“Selain sumber air panas, di Walini juga ada Permadani Hijau yang menjadi primadona,” katanya.

Ade menjelaskan, objek wisata Walini ini telah memiliki lahan parkir  cukup dengan luas 4.000 meter persegi yang berkapasitas hingga 300 kendaraan roda empat. Untuk roda dua bisa menampung hingga 700 unit.

Kata Ade, meskipun wahana kolam renang di objek wisata Walini resmi dibuka, tapi jumlah pengunjungnya masih dibatasi, dan pihaknya terus menghimbau kepada para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 seperti wajib menggunakan masker, cuci tangan memakai sabun, jaga jarak dan cek suhu tubuh. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru