Tes CPNS dan PPPK 2021 Masuk Tahap Pemberkasan, RSUD Otista Soreang Kebanjiran Pemohon MCU

Gedung RSUD Oto Iskandar Di Nata Jln. Raya Gading Tutuka Kp. Cincin Kolot Kecamatan Soreang. Photo - Lee.

SOREANG Kontroversinews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang atau yang sekarang dikenal dengan RSUD Oto Iskandar Di Nata kebanjiran permohonan pemeriksaan kesehatan dari pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Diketahui saat ini rekrutmen CPNS dan PPPK tahun 2021 tengah memasuki tahapan pemberkasan dokumen untuk pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP), dimana salah satu syaratnya adalah dokumen kesehatan.

Direktur RSUD Soreang, dr. Riantini mengatakan hingga saat ini ada 320 pemohon pemeriksaan kesehatan dari pelamar PPPK dan 58 orang pelamar CPNS. Kata Riantini, pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) ini memerlukan proses yang cukup panjang. Katanya, jika ditambah dengan pemeriksaan kejiwaan maka bisa memerlukan waktu selama dua hari.

“MCU biasanya dua hari kalau dengan MMPI atau tes kejiwaan, tapi kalau tanpa MMPI memang satu hari. Tapi kan hasilnya itu harus direkap dulu, nanti dalam bentuk rekapan baru bisa diberikan,” ujar Riantini saat dihubungi via telepon, Selasa (11/1).

Dijelaskan Riantini, MCU itu memiliki perbedaan dengan pemeriksaan ke poliklinik. Karena dalam proses pemeriksaannya itu harus ke dokter mata, THT, gigi dan terakhir penyakit dalam. Selain itu ada juga pemeriksaan radiologi hingga proses pengambilan darah.

“Jadi pemeriksaannya kan banyak, memang prosedurnya seperti itu, namanya juga medical check up jadi keseluruhan,” katanya.

Terkait dengan biaya, kata Riantini, ada sejumlah paket pembiayaan MCU. Dari mulai 200 ribuan hingga 600 ribuan. Sementara itu mengenai alat laboratorium, kata Riantini, ada dua yaitu di ruang laboratorium dan IGD.

“Alat pemeriksaan itu kan macam-macam, ada pemeriksaan kimia dan sebagainya, kebetulan kan yang diperiksa setiap hari itu banyak, jadi kalau ada kerusakan itu wajar dan ternyata diperbaikinya cepat dan sudah bisa,” tutur Riantini.

“Alatnya bukan berarti minim, samalah seperti komputer, kalau dipakai ada kendalanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *