Kab.Cirebon | Kontroversinews.-Pada pemberitaan edisi sebelumnya,pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola desa krandon kecamatan talun kabupaten cirebon dikomentari oleh seorang tokoh pemerhati kinerja desa.kali ini,pekerjaan tersebut sedang dalam penelusuran.
“Hasil awal penelusuran kami ketika dapat kabar dari sampean (sebutan utk wartawan media ini,Red) itu,saya terjunkan orang saya kelokasi.dan memang tidak ditemukan papan informasi yg dimaksud,juga pekerjaannya masih dibawah 15%.dan hari ini,selasa 29-oktober-2019.tim saya turun lagi dan menemukan papan informasi pekerjaan sudah dipasang,ini aneh,ini juga akan terus kita telusuri.pada saat itu kan (sampean) ngomong kalau kades desa krandon bicara tidak ada papan informasi,karena kementrian sosialnya tidak pernah ngomongin papan informasi.tapi kok sekarang ada,serta pekerjaannya sudah terlihat sekitar 30%-an.namuuun,setelah kita photo dan kita pelajari.pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola desa krandon tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan dan kelihatan terburu-buru,serta tidak kelihatan seorangpun dilokasi tersebut.orang yang dianggap bertanggungjawab pada pekerjaan tersebut,tidak kades,tidak sekdes sunaryo,tidak juga pengawas dari keserasian sosial.tidak ada semuanya mas” tutur Aan DJ (tokoh pemerhati).
Atas penuturan tokoh pemerhati inilah,media ini mencoba menelusuri kembali pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola desa krandon itu kelokasi.media ini hanya melihat puluhan pekerja yang memang tanpa didampingi orang yg dianggap nengerti teknis alias pengawas,semua pekerja dibiarkan kerja begitu saja.media ini mencoba berbicara dengan sala seorang pekerja yg ternyata diketahui belakangan ini adalah kepalanya pekerja/tukang (mandor),kata mandor yg tidak menyebutkan nama ini mengatakan.”mas datangi aja pa sunaryo juru tulis (sekdes),atau temui langsung pa kuwu tuh disana rumahnya” sambil tangannya menunjuk kearah utara.
Atas pembicaraan dengan mandor tadi,media ini mendatangi rumah sang kades yang ternyata menurut tetangganya disitu.”pa kuwu nggak ada,lagi pergi”,dan penelusuranpun dihentikan.
Dan media ini mencoba menghubungi kembali Aan DJ tokoh pemerhati kinerja desa,lewat sambungan telpon selullernya.menurut Aan,dirinya sedang membuat surat laporan yang nantinya akan ditujukan kepusat.”saya sedang membuat surat laporan mas,akan saya kirimkan kepusat secepatnya.setelah tim saya mendapat bukti satu lagi yg bisa mengindikasikan adanya kebocoran keuangan negara pada pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola tersebut,tunggu tanggal mainnya saja.” Pungkas Aan mengakhiri pembicaraan dan memutuskan sambungan telpon selullernya. (Kusyadi)








