Cirebon | Kontroversinews.-Adanya persoalan tanah pertanian untuk laboratorium yang dulu diberikan oleh pihak Pemda Cirebon ke pihak Distanbunak Kab. Cirebon yang sekarang berubah fungsi menjadi jalan akses masuk kendaraan tambang pasir, membuat wartawan media ini mendatangi pihak Distanbunak dan berhasil menemui Kepala Dinas H Ali Efendi.
Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 30 menit, Kadistan H Ali mengatakan, bahwa benar tanah itu ada, tapi karena persoalan itu persoalan pemerintah daerah dirinya nurut apa kata Pemda.
“Saat itu tanah pertanian yang dimaksud adalah milik pemda yang diberikan kedinas Tanbunak untuk dibuat laboratorium Pertanian. Namun di tengah jalan, tanah tersebut diminta kembali oleh pihak pemda yang dalam hal ini adalah bupati lalu (Drs.Sunjaya Puwadisastra) lewat kantor badan kekayaan dan aset daerah (BKAD) Kab.Cirebon. Silahkan mas konfirmasi kesana,”pungkas H Ali.
Atas saran tersebut, wartawan media ini mendatangi kantor BKAD Kab.Cirebon. Namun dua kali kunjungan tidak satupun pejabat yang mau menemui, sampai berita ini diturunkan.
Sementara ditempat terpisah, salah satu tokoh pergerakan berinisial A. dalam komentarnya tidak akan segan-segan melaporkan persoalan ini ke KPK. karena tidak menutup kemungkinan, persoalan tanah pertanian yang jadi akses jalan Kwari Pasir ini yang sedang dicari-cari KPK dalam kasus dugaan pencucian uangnya mantan bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.
“Nanti kita lihat, siapa saja yang nampak dalam persoalan tanah pertanian tersebut. Saya berharap sih disini, tidak ada persekongkolan jahat,” pungkas A mengakhiri komentarnya. (Kusyadi)








