Superioritas Exist Tak Tertahankan

oleh -192 Dilihat
oleh

Bandung | Kontroversinews.-Ada sedikit kejutan saat para atlet klub Exist Jakarta berhasil mendominasi seri pertama turnamen bulu tangkis Daihatsu Astec Open 2018. Dari 12 nomor final yang digelar di Sporthall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Setiabudi,  Bandung, Sabtu (24/2/ 2018P klub Exist berhasil menyabet  enam medali emas.

Keenam gelar juara Exist didapatkan pada nomor tunggal usia dini putra (Tudpa), tunggal remaja putra (TRA), tunggal anak putra (TAPA), ganda pemula putri (GPI), ganda pemula putra (GPA), dan ganda remaja putra (GRA).

Pada kategori Tudpa, atlet Exist Jakarta Felix Bets menjadi juara setelah menang telak 21-17, 21-7 atas masih dari ardhan Joe (Rosobin Jakarta Timur). Pada kategori TRA, derby ekist Jakarta terjadi antara Brilliandri Christianto kontra Iqbal Diaz. Pertandingan berjalan sengit sebelum Riliandri menang 21-19, 17-21, 21-15 dan menjadi juara. Empat emas sisanya diraih melalui Rizki Dwicahyo (Tapa), Ester Nurumi/Farica Abela (GPI), Achmad Rafli/James Declan (GPA), dan Imam Wirawan/Muhammad Ridwanul (GRA).

Kepala Turnamen Nasional Daihatsu Astec Mimi Irawan mengatakan, edisi perdana dari total 10 turnaamen ini memang masih didominasi oleh klub-klub mapan. Namun demikian, kata dia, turnamen sangat kompetitif karena kualitas atlet sangat merata.

“Sebagai pembuka, turnamen Jabar Open ini benar-benar sangat berkualitas dan membuat standar tinggi. Kami melihat atklet-atlet potensial muncul disini. Saya optimis, dalam dua tahun ke depan, merekalah yang akan mengisi Pelatnas Cipayung ,” ujar Mimi disela-sela turnamen.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Pertandingan Daihatsu Astec Jabar Open Herman Subarjah menilai, dominasi tuan rumah pada turnamen ini menjadi peringatan tersendiri bagi klub-klub Jabar.

“Kompetisi kali ini sangat ketat karenaatlet-atlet terbaik klub-klub elite turun. Hasil akhir turnamen bisa menjadi ‘warning‘ bagi klub-klub Jabar karena hanya Mutiara yang menunjukkan eksistensi di tengah dominasi Exist ataupun Jaya Raya. Hal ini dapat menjadi masukan untuk evaluasi dari sisi pembinaan atlet usia dini hingga remaja di level klub,” tutur Herman.

Sebagai tuan rumah , pebuluitangkis  Jawa Barat/Kota Bandung hanya kebagian satu gelar juara, yakni melalui Saifi Rizka Nurhidayah dari Mutiara Cardinal Bandung. Saifi menjadi juara tunggal remaja putri setelah pada laga final memenangi laga derby melawan sesama atlet Mutiara Cardinal Bandung, Shellin Salsabila dua set langsung, 21-10, 21-12. (Deden .GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *