Sepuluh Desa di Kab Bandung Jadi Prioritas Pencegahan Stunting

oleh -142 Dilihat
oleh

Kab Bandung | Kontroversinews.- Sebanyak 10 desa di Kabupaten Bandung diprioritaskan untuk mendapatkan penyuluhan tentang pencegahan stunting atau pertumbuhan anak yang tidak berkembang. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Cicalengka, Ciparay, Pacet, Kertasari, Pasirjambu, Cikancung dan Paseh.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat ( Dikmas), Disdik Kabupaten Bandung, Hj. Sri Laksmi SPd, MPd, mendorong agar seluruh perangkat desa di Kabupaten Bandung bisa meminimalisasi terjadinya stunting. Oleh karena itu, pihaknya bersama Kementerian Pendidikan memberikan sosialisasi tentang stunting.

“Masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang stunting,” ujarnya disela-sela acara sosialisasi pendidikan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan di Graha Arjasari, Rabu (14/11).

Ia menuturkan, para peserta yang terlibat dari perangkat desa sebanyak 500 orang lebih sejak Selasa (13/11) hingga Sabtu (17/11) mendatang. Mereka yang hadir maksimal tiga orang diantaranya terdapat perwakilan PKK, pengelola PAUD desa serta perangkat desa lainnya.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat ( Dikmas), Disdik Kabupaten Bandung, Hj. Sri Laksmi SPd, MPd,

Menurutnya, ciri-ciri anak yang terkena stunting adalah mereka pada usia 8 hingga 10 menjadi pendiam dan tidak melakukan kontak mata. Kemudian, pertumbuhan melambat termasuk pertumbuhan gigi yang melambat.

Dirinya mengatakan, sosialisasi yang dilakukan kepada perangkat desa agar mereka bisa meminimalisasi terjadinya stunting di daerahnya. Sebab, dampak dari stunting adalah anak tidak memiliki kecerdasan maksimal, rentan terhadap penyakit dan produktivitas menurun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. H. Juhana MM.Pd, mengungkapkan pihaknya mendorong agar seluruh perangkat desa bisa melakukan pendidikan kepada masyarakat tentang pencegahan stunting.

Termasuk memberitahukan tentang hal apa saja yang harus dilakukan orang tua kepada anak pada 1000 hari pertama kelahiran. “Selain dilakukan oleh pusat, melalui APBD kita juga mendorong pencegahan stunting melalui pendidikan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Bandung untuk menganggarkan dana dalam upaya menekan angka stunting termasuk langkah pencegahannya. “Masyarakat masih ada yang belum paham tentang konsep pendidikan, salah satunya pendidikan keluarga,” katanya.

H. Juhana pun mengapresiasi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menyosialisasikan tentang pencegahan stunting di Kabupaten Bandung melalui aspek pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, H. Sopian Nataprawira mengungkapkan pihaknya mendorong agar anak-anak di Kabupaten Bandung ke depan sehat dan memiliki agama yang kuat.

“Ke depan yang disiapkan pendidikan agama dan kesehatan,” ujarnya. Menurutnya, orang tua harus paham terkait dua hal tersebut. ( Lily Srtiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *