Selama Tiga Hari, Ribuan Siswa SMP 1 Ciwidey Mengikuti Kegiatan Pesantren Kilat

- Pewarta

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang Guru Agama Atep Ridwan  saat memberikan pelajaran tatacara solat kepas Siswa SMPN 1 Ciwidey di Jalan Babakan Tiga Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey, Kamis (21/2). Photo Lee

Salah seorang Guru Agama Atep Ridwan saat memberikan pelajaran tatacara solat kepas Siswa SMPN 1 Ciwidey di Jalan Babakan Tiga Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey, Kamis (21/2). Photo Lee

CIWIDEY Kontroversinews.com – Di bulan Ramadan, SMPN 1 Ciwidey menggelar kegiatan pesantren kilat selama tiga hari, yang diikuti oleh ribuan siswanya. Ada banyak materi yang disampaikan oleh pengajar kepada peserta pesantren kilat, seperti praktek ibadah sholat, fiqih dan hapalan Al-Quran dan kegiatan rutin sholat Dhuha.

Kepsek SMPN 1 Ciwidey Ai Kurniasih, S.Pd, M.MPd, melalui Wakasek Kesiswaan , Wiwin Kuraesin, S.Pd mengatakan kegiatan pesantren kilat tersebut dilaksanakan selama tiga hari. Yaitu pada hari Rabu sampai Jumat, tanggal 20-22 April 2022. Adapun untuk kegiatan pesantren kilatnya adalah siswa siswi kelas 7, 8 dan 9, yang jika dijumlahkan itu ada sebanyak 1.120 orang.

“Alhamdulillah di SMPN 1 Ciwidey dari hari Rabu, Kamis dan Jumat mengadakan Sanlat atau pesantren kilat. Kegiatan ini diikuti oleh kelas 7, 8 dan 9 dengan jumlah siswanya adalah 1.120 orang,” ujar Wiwin saat ditemui di SMPN 1 Ciwidey di Jalan Babakan Tiga Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Kamis (21/2).

Sejumlah siswa SMPN 1 Ciwidey saat melaksanakan solat Duha , di mesjid sekolah tersebut, Kamis (21/4). Photo – Lee.

Wiwin mengungkapkan ada sedikit perbedaan pada kegiatan pesantren kilat tahun 2022 ini dengan tahun sebelumnya. Jadi, jika pada tahun sebelumnya itu hanya ada guru yang berasal dari internal SMPN 1 Ciwidey saja, tapi untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Bandung mengirimkan guru agama untuk memberikan materi pada kegiatan pesantren kilat.

“Perbedaannya  hanya pengajarnya saja, kalau tahun kemarin itu  pengajarnya adalah guru kita semuanya, tapi kalau sekarang alhamdulillah sudah mempunyai guru agama yang ditetapkan dari Pemerintah Kabupaten Bandung,” tutur Wiwin.

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru