Ribuan Anak Usia Dini Antusias Ikuti Senam Stunting

- Pewarta

Rabu, 4 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOREANG | Kontroversinews – Ribuan orang anak usia dini antusias mengikuti senam penguin, senam stunting dan senam 123 pada acara Gebyar 2.000 Usia Dini se-Kabupaten Bandung di halaman Bale Rame, Soreang, Rabu (4/9/2019). Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR.H. Juhana MMPd, didampingi Kabid PAUD dab PNFI H. Djunjunan SPd, M.Si, menuturkan, berbagai senam yang dilakukan ribuan anak usia dini itu dilakukan secara berjemur di bawah terik matahari sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Tujuan kegiatan itu, kata dia, berguna untuk melatih sensor motorik anak-anak.

“Senam penguin sambil berjemur ini diharapkan agar kesehatan tulang baik untuk masa pertumbuhan anak. Selain sensor motorik kasar (senam) kami juga melatih sensor motorik halus, caranya mereka bersosialisasi dengan lingkungan. Saling tegur sapa dengan yang lain,” kata H.Juhana disela-sela kegiatan .

Dikatakan H.Juhana, latihan sensor motorik dilakukan agar anak-anak usia dini terbiasa merespon lingkungan agar menambah pengalaman dalam bersosialiasi. Jika tidak demikian maka anak usia dini akan cenderung pasif.

“Beda dengan anak-anak yang dulu yang enggak ikut PAUD. Respon lingkungannya kurang. Kalau ditanya tidak jawab. Jadi anak yang pemalu. Kami tidak ingin anak-anak usia dini ini begitu,” kata dia.

Menurut H. Juhana, selain melatih sensor motorik anak usia dini, dalam kegiatan itu ia juga mengingatkan kepada para orang tua untuk mewaspadai ancaman stunting pada anak. Orang tua, kata dia, harus memberi perhatian khusus kepada anak terutama masalah gizi makanan agar terhindar dari stunting.

“Caranya yaitu dengan memperhatikan pola makan anak-anak. Anak-anak harus mendapat asupan gizi yang baik. Misal, anak-anak harus makan telur, susu, dan juga makan ikan,” kata dia.

Masih kata H.Juhana menuturkan, budaya merokok orang tua juga berpengaruh terhadap pencegahan stunting. Pasalnya, jika budaya merokok bisa dihentikan dan uang untuk membeli rokok dialokasikan ke makanan bergizi untuk anak maka kasus stunting di usia dini akan bisa ditekan.

“Angka konsumsi rokok di Kabupaten Bandung itu mencapai 12,4 persen. Itu menempati urutan ketiga angka belanja makanan dan minuman. Kalau dibelanjakan ikan, telur, atau susu, untuk kesehatan anak justru lebih bermanfaat. Kami berharap yang masih merokok berfikir lebih rasional,” pungkasnya. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru