PSBB Berakhir dan Akan Menghadapi Adaptasi Kehidupan Baru

- Pewarta

Jumat, 29 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOREANG | Kontroversinews – Pemkab Bandung memastikan tidak akan memperpanjang PSBB setelah penerapan tahap III secara parsial berakhir hari ini. Pemkab Bandung akan menghadapi adaptasi kehidupan baru (AKB) dengan memberlakukan pengetatan diseluruh lini kehidupan masyarakat.

“Bukan berarti berakhirnya PSBB ini segalanya menjadi serba boleh. Justru kami akan melakukan pengetatan menghadapi AKB,” kata Bupati Bandung, H. Dadang M Naser seusai melakukan teleconference hasil evaluasi PSBB dengan Gubernur Jawa Barat di Bale Sawala, Soreang, Jumat ( 29/5 )

Menurutnya, meski tidak memperpanjang PSBB namun ada instruksi presiden ke AKB untuk lebih menguatkan kedisiplinan masyarakat di masa pandemi.

Dengan insturksi presiden yang menjadi payung hukum AKB tersebut, membuat inovasi-inovasi aktivitas dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Jadi bukan berarti PSBB berakhir kedisiplinan masyarakat jadi longgar. Kami (Muspida) terus melakukan pengawasan dan pengetatan. Jangan sampai ada euforia saat PSBB berakhir,” katanya.

Di masa AKB ini, bupati berencana akan membuka sektor pariwisata secara perlahan. Begitupun dengan sektor industri, sektor perdagangan, dan aktivitas lainnya.

Kendati demikian, ada beberpaa syarat yang harus dipenuhi pengelola pariwisata, pengusaha industri, perdagangan, dan yang lainnya.

Misal di sektor pariwisata, kata dia, pengunjung harus dibatasi maksimal 30 persen saja. Reuni atau pengunjung bergerombol juga harus dilarang masuk. Alat-alat penunjang protokol kesehatan juga harus disediakan pengelola. Seperti masker, handsanitizer, pengukur suhu tubuh dan lainnya.

“Begitu juga di sektor industri. Sama juga harus menerapkan protokol kesehatan. Untuk jam kerjanya akan diatur kemudian. Ini juga berlaku untuk jam operasional di sektor perdagangan,” kata dia.

Untuk rencana pembukaan sejumlah sektor tersebut, lanjut Dadang, Pemkab Bandung akan memulai pada tanggal 6 Juni 2020.

“Kecuali pendidikan. Pendidikan nanti tanggal 2 Juni. Kalau masjid yang ada di zona kuning, biru, dan hijau silahkan DKMnya berembug untuk membuka kembali. Gerejapun sama. Yang penting tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Dadang. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru