PROYEK SILUMAN DIPERUMAHAN TAMAN PULOMAS KEDAWUNG

oleh -2 views

Kab.Cirebon|kontroversinews,Adanya proyek aspal jalan/hotmix diarea perumahan taman pulomas kedawung desa kedawung kecamatan kedawung kabupaten cirebon propinsi jawabarat mengundang banyak pertanyaan,pasalnya,menurut informasi yang dihimpun oleh wartawan media ini dilokasi pekerjaan.bahwa proyek hotmix dikomplek perumahan tersebut dibiayai oleh anggaran dana desa (apbn),namun pihak pelaksana tidak berada ditempat dan papan informasi proyekpun tidak terpampang disana.yang ada hanya segelintir orang yang menurut security (satpam) komplek,ada pa RT,pa RW,ibu sekdes,dan kaur umum (mandor),itupun tidak bisa dimintai komentarnya.hanya sekelumit omongan dari orang yang diduga ketua RW setempat,”sampean mendingan langsung dengan pa kuwu (kepala desa) saja kang,biar enak.”
Entah apa maksud dan tujuannya ketua RW ini,dengan rasa penasaran,awak media ini mencoba menghubungi kepala desa (kuwu) kedawung bernama dedi lewat sambungan telpon selullarnya.telpon aktif,namun setelah beberapa kali dihubungi.tidak juga diangkat,bahkan dikirim chat WA pun tidak dibalasnya malah nomer telpon awak media ini diblokirnya.
Atas sikap kepala desa kedawung yang tidak kooperatif ini,awak media ini meminta komentar salasatu anggota LSM.menurutnya,apa-apa yang menjadi sikap pak kuwu (kepala desa) ini jelas intolerant dan alergi kepada kita yang menjadi petugas kontrol sosial.”Saya dari LSM saja sulit bertemu kuwu mas,sampean lagi dari wartawan.pasti susah ketemu,bahkan Saya sih pernah kerumahnya.tapi tidak ada,kedesa juga sama.” ujar anggota LSM yang tidak mau namanya disebut disini.
“Tidak semestinya sikap seorang pimpinan desa seperti itu,ini akan membuat dirinya terus menerus diintip dan dicari masalahnya oleh pihak2 kontrol sosial.saya pastikan itu” ujar salahsatu anggota LSM yang lain mengamini rekannya saat itu Bersama dengan awak media ini berada dilokasi pekerjaan pengaspalan dari dana desa (apbn) tersebut,”ini proyek siluman namanya,tanpa papan informasi dan tanpa pelaksana pekerjaan.dibiarkan begitu saja,dimana mutu pekerjaan bisa terjamin.wong pendampingpun tidak ada dilokasi kok”.pungkasnya dengan nada sedikit geram,atas kelakuan kades kedawung tersebut. (KUSYADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *