SOREANG | Kontroversinews – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Gugus 3 Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung hingga hari kedua, Selasa (2/7) berjalan lancar. Kekhawatiran akan terjadinya kepadatan antrean sudah diantisipasi melalui pemberian no pendaftaran. Hal itu dilakukan agar proses pendaftaran berjalan tertib.
Ketua Gugus 3, Karna Saputra SPd, MM berharap agar PPDB 2019 berjalan lancar dan 10 sekolah yang berada dibawah naungannya bisa melangsungkan penerimaan dengan baik. Ia pun berharap agar kendala-kendala bisa diminimalisasi termasuk menyangkut ketidakpahaman orangtua siswa terhadap PPDB.
“Tiap tahun ada orang tertentu yang memaksakan kehendak ingin anaknya diterima di sekolah favorit. Tapi saya harap pemahaman masyarakat lebih tinggi soal PPDB,” katanya, Selasa (2/7).

Ia mengungkapkan, di gugus 3 terdapat enam sekolah favorit yang berada di wilayah Soreang 1,2 dan 3. Kemudian di Pasirjambu 1, Ciwidey 1 dan Rancabali 1. Menurutnya, jumlah pendaftar di sekolah tersebut sangat tinggi melebihi kuota yang ditetapkan.
Dirinya mengatakan jika anaknya tidak diterima di sekolah tersebut maka orangtua siswa bisa mencari solusi alternatif ke sekolah lain dan tidak memaksakan kehendak. Saat ini, penerimaan peserta didik dengan berbasis zonasi terus ditingkatkan dan diperbaiki serta disempurnakan.
“Teknik zonasi Kota Bandung tahun lalu kita terapkan. Sekarang Kabupaten Bandung berusaga lebih sempurna dan meminimalisasi kekurangan,” katanya.
Karna menambahkan, kuota yang ditetapkan untuk di Lima sekolah di gugus 3 yaitu 396 siswa dengan jumlah 11 rombongan belajar. Dengan jalur pendaftaran zonasi, kombinasi dan prestasi.
“Sesuai surat edaran menteri tentang PPDB yang dulu 5 persen prestasi sekarang ada penambahan jadi 15 persen maksimal dan minimal 80 persen zonasi. 5 persen perpindahan tugas,” katanya.

Terkait dengan adanya praktik jasa titip menitip siswa, dirinya menegaskan menolak hal tersebut dan akan menyampaikan aturannya. Terlebih penentuan kelulusan tidak diputuskan sekolah. Namun berdasarkan zonasi dan aplikasi.
“Saya dengar sampai hari ini daftar antrean sudah habis sampai 400 untuk SMP Ciwidey. Amanat kadis, jangan sampai semrawut,” katanya.
Ditempat terpisah Koordinator Wilayah Pasirjambu, Dodi Rodiana SPd, M MPd mengatakan pelaksanaan PPDB tingkat SMP jalur zonasi di Pasirjambu berjalan dengan baik dan lancar. Hal itu berlangsung karena sosialisasi yang dilakukan berhasil diterima dengan baik oleh para orang tua siswa.
“Kesiapan dan kesigapan dari panitia dan respon masyarakat atau orang tua siswa hasil dari sosialisasi berjalan lancar,” katanya. Menurutnya, pada hari pertama pendaftaran, pihaknya memberikan no antrean kepada orangtua siswa.
Kemudian menurutnya para orangtua siswa diberi penjelasan tentang sistem pendaftaran zonasi yang memerlukan waktu ekstra. Sehingga apabila ada yang belum terlayani maka harus dimaklumi oleh para orang tua.
“Antrean dari 1 sampai 100 hari pertama kemudian hari kedua 100 dan selanjutnya. Tujuannya menertibkan saat pendaftaran dan tidak ada yang main serobot,” ungkapnya. (Lily Setiadharma)