Kota Cirebon| Kontroversinews.-Baru-baru ini kotamadya cirebon kembali mendapatkan bantuan dari pusat bernama Sanitasi Masyarakat (Sanimas),program ini diluncurkan pemerintah pusat awalnya untuk menanggulangi kurang ketersediannya WC dan Septitank pada masyarakat yang tidak mampu dalam hal lahan dan anggaran untuk pembuatannya.
Tidak tanggung-tanggung,kurang lebih 11 miliar digelontorkan utk program sanimas dikota cirebon ini.26 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari berbagai kelurahan,didaulat untuk mengemban kepercayaan program ini secara swakelola.namun seperti peribahasa lama,dimana ada gula disitu pasti ada semut.program yang digadang-gadang bisa dikerjakan secara swakelola oleh KSM-KSM tersebut tetap harus terkotori oleh campur tangan pihak ketiga yaitu Oknum BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) berinisial “U” yang dimotori juga diduga oleh oknum ASN bidang PSDA diKantor PU&PR Kota Cirebon berinisial “HD”,hal ini sempat diklarifikasikan oleh wartawan media ini ke oknum BKM yang berinisial U tersebut terkait campur tangannya dia dan oknum ASN HD dalam pengkondisian pengadaan pipa-pipa berbahan dasar plastik fiber.
Lewat sambungan selullarnya dengan wartawan media ini “U” mengatakan kalau iya dia ikut campur tentang pengadaan pipa-pipa itu,tapi tolong jangan bawa-bawa ‘HD”.dia tidak tahu apa-apa,saya yang tawarkan pipa-pipa itu ke KSM-KSM.pihak lainpun boleh ikut menawarkan,ujar U.ketika disinggung apa merk pipa yang dipakai,U mengatakan disini tidak merk.sama dengat cat-cat yang dipakai (material lain selain pipa) tidak ada merk juga,yang penting ber SNI dan disetujui konsultan serta diterima oleh KSM.lebih lanjut oknum BKM “U” berbicara,saya pertemukan supliyer pipa itu dengan KSM dan ini program,bukan proyek.kalau ingin jelas silahkan ke pa wadi ppk program ini,kami ini BKM dan KSM adalah masyarakat semua.
Masih seputar pipa,wartawan media ini mencoba bertanya lagi tentang nama apa dan siapa supliyer pipa yang dimaksud.dijawab oleh “U”,rahasia dong.klarifikasi yang dilakukan via sambungan selullar dan mengundang tandatanya besar ini akan disambung pada tulisan wartawan media ini,diedisi terbitan berikutnya. (Kusyadi)








