PANTAI INDAH SITUNGKIR SAMOSIR, MATI SURI

oleh
oleh

Samosir | Kontroversinews.- Pantai Indah Situngkir (PIS) Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan yang dipungut retribusi masuk oleh Dinas Pariwisata Samosir, sama sekali tidak ada aktivitas dari wisatawan.
Setelah Pantai Pasir Putih Parbaba, Desa Huta Bolon buka sejak 2005 lalu, beberapa tahun kemudian disusul dengan dibukanya Pantai Indah Situngkir (PIS) Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan. Disaat Pemerintah Kabupaten Samosir ingin mewujudkan Samosir sebagai destinasi internasional, justru PIS malah mati suri bahkan hampir mati total.

PIS yang letaknya bersebelahan dengan Pantai Pasir Putih Parbaba, dan retribusinya dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Samosir, dari sisi alam dan pantai yang dimilikinya tidak begitu jauh berbeda dengan pantai lainnya. Dan di PIS ini juga sudah berdiri sebuah hotel bernama Prima Hotel, dan 2 homestay.

Menurut pengakuan Manajer Prima Hotel, Roy Simanjuntak, ketika disambangi wartawan Sabtu 23/3/19, PIS bisa disebut sudah mati suri sejak 2016. Kondisi itu diperparah lagi dengan tragedi di Danau Toba 2018 lalu.

“Sebenarnya, bisa disebut PIS ini sudah mati suri sejak 2016, walaupun musim libur masih cukup ramai pengunjung. Namun setelah tragedi 2018 lalu, kondisi makin parah, dan tahun 2019 aktivitas pengunjung pantai mati total. Paling yang main dan mau mandi di pantai hanya tamu hotel,” tutur Roy Simanjuntak.

Namun demikian, kata Roy, dari sisi okupansi hotel di 2018, walau juga mengalami penurunan masih ada tamu. Namun setelah kejadian di bulan Juni 2018 di Danau Toba, penurunan okupansi hotel sampai 100%.

“2016-2017 masih ada tamu walaupun tidak begitu ramai.
Tapi pasca kejadian itu di bulan Juni 2018, okupansi hotel kita turun drastis hingga 100%. Di 2019 hingga bulan Maret, turun hingga 90%,” ungkap Roy.

Ia menjelaskan, kondisi okupansi hotel yang dikelolanya, mulai Januari-Maret ini, kamar hanya terisi di hari Kamis, Jumat dan Sabtu. “Maksimal per minggunya, kamar yang terisi hanya 12 kamar dari 28 kamar di Prima Hotel,” ucap Roy Simanjuntak.

Ditanya saat libur Imlek dan Raya Nyepi 2019, Roy menyampaikan, okupansi Prima Hotel saat Imlek mencapai 70%, dan saat Raya Nyepi 60%. “Itu terjadi berkat kerjasama kita dengan travel dan tentunya berkat pelayanan dan fasilitas yang kita berikan kepada tamu,” tutup Roy.

Pantauan wartawan Pantai Indah Situngkir yang pernah dijadikan lokasi even band festival di 2017, dan lokasi manguras tao di 2018 itu oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, bahkan tidak lagi terawat. Pantai sudah ditumbuhi rerumputan.

Kondisi PIS yang saat ini sudah mati suri dari aktivitas pengunjung, jauh berbeda dengan Pantai Pasir Putih Parbaba, yang juga sempat mengalami penurunan jumlah pengunjung pasca tragedi di Danau Toba 2018.

“Sejak tahun baru 2018, trauma itu sudah pulih 60%. Tingkat pengunjung sudah mulai stabil, sudah sampai 70%. Memang sejak tragedi iti, kunjungan menurun drastis 90%. Dari sisi okupansi hotel dan penginapan, tahun baru kemarin turun hingga 40%, tutur Pemilik Permata The One’s Cottage and Family Room, Pasir Putih Parbaba, Pantas Alasim Simarmata, kepada kontroersinews Sabtu 23/3/19.

Sambung Pantas, khusus di 2019, trauma itu sudah mulai hilang dan tingkat pengunjung mulai berangsur meningkat, kemungkinan besar atas kehadiran KMP Ihan Batak yang diresmikan berlayar di Danau Toba pada Februari lalu.

“Tapi khusus untuk okupansi hotel dan penginapan yang ada di Pantai Pasir Putih Parbaba di bulan Maret ini, memang 80% turun,” kata Pantas.

Ia menyampaikan, termasuk miliknya, hingga 2019 khusus di Pantai Pasir Putih Parbaba, Desa Huta Bolon, Pangururan, sudah berdiri sebanyak 11 hotel/penginapan, yakni Parbaba Beach, Manihuruk Villa, Pariban Homestay, Dora Homestay, Laspayer Homestay, Pengimaman Tomi, Penginapan Sollo, Raja Hotel, Dermaga Hotel, dan Pasaribu Homestay.(ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *