Medali Emas PABBSI Mengacu pada PON

oleh -193 Dilihat
oleh

Bandung | Kontroversinews.-Banyak aktifitas yang akan dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga (PABBSI) Jawa Barat. Yang paling krusial tentu saja gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor.

Menyangkut gelaran Porda, Ketua Umum PABBSI Jawa Barat Maman Suryaman mengatakan banyak pengurus cabor kota/kabupaten yang menuntut agar pihaknya dapat menambah jumlah perebutan medali emas pada Porda XIII khususnya di cabang angkat besi dan angkat berat.

“Semua masukan kita tampung. Salah satunya adalah soal penambahan medali emas. Namun tentunya semua itu kita harus mengacu pada aturan PON.  Kita akan mempertimbangkan mengenai pemberian medali di tiap angkatan,” ungkap Maman pada gelaran Rapat Kerja (Raker) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga (PABBSI) Jawa Barat tahun 2018 di Gedung KONI Jawa Barat, Jl. Pajajaran, Minggu (25/3).

Maman mengatakan, meskipun banyak keinginan pengurus cabor kota/kabupaten ihwal tuntutan untuk menambah medali, pihaknya mengaku masih akan menggunakan aturan PON yang akan berlangsung di Papua tahun 2020 mendatang. “PON di Papua tahun 2020 menjadi acuan kita soal pemberian medali di tiap angkatan,” tegas Maman.

Pada kesempatan itu Mamanpun mengatakan, Raker telah membahas mengenai kesiapan Porda XIII secara keseluruhan. Untuk Porda XIII, pihaknya sudah siap baik dari jumlah nomor maupun atletnya.

“Nomor sudah fix sesuai dengan babak kualifikasi (BK) kemarin, tinggal kita lihat apakah daerah akan mengirimkan atletnya atau tidak karena itu akan berpengaruh pada jumlah nomor pertandingan nanti karena minimal 1 nomor di ikuti tiga peserta,” tuturnya.

Maman pun mengatakan, venues untuk cabor angkat besi, angkat berat dan binaraga sudah memenuhi syarat untuk ukuran pertandingan Porda. “Kita tinggal menyekat sesuai kebutuhan. Sampai saat ini komunikasi dengan technical delegate (TD) efektif kita lakukan. Ini penting guna menetralisir seminimal mungkin kendala di lapangan,” kata Maman.  (Deden .GP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *